logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Maret 2005 NASIONAL
Line

Dua Kota Dinyatakan "Tertutup"

  • Antisipasi Merebaknya Flu Burung

SEMARANG- Untuk membatasi serangan virus flu burung atau avian influenza (AI) yang makin meningkat, Dinas Peternakan Jateng mulai memperketat lalu lintas ternak. Untuk sementara, dua daerah yakni Tegal dan Boyolali dinyatakan tertutup bagi keluar-masuknya unggas. Dua daerah itu dinilai paling terkontaminasi virus sehingga pembatasan lalu lintas diharapkan dapat memperkecil kemungkinan penularan.

''Saat ini kami terus melakukan sosialisasi terhadap peternak. Setiap unggas yang terinfeksi agar segera dibakar, dan unggas yang belum terinfeksi harus divaksinasi. Bahkan, tidak hanya unggas sehat, aktivitas manusia di peternakan yang ada virus flu burungnya harus dibatasi,'' tandas drh Sugiyono Pranoto, Kepala Dinas Peternakan Jateng, di kantornya, kemarin.

Penularan virus itu, lanjut dia, sangat cepat. Sebab, mediumnya bisa melalui kotoran, pakan, bahkan sisa pakan yang belum sempat tersentuh oleh ternak. Menurut penelitian dinas tersebut di lapangan, daerah yang teridentifikasi virus AI masih dua kota itu saja. Sedangkan jenis unggas yang terinfeksi adalah burung puyuh. Meski demikian, pihaknya meminta seluruh daerah untuk tetap waspada melakukan vaksinasi pada jenis ternak unggas apa pun.

Saat ini pihaknya telah menyediakan 12,5 juta dosis vaksin yang disebar ke dinas peternakan di seluruh kota/kabupaten di Jateng. Jika kurang, provinsi akan mengajukan penambahan ke pemerintah pusat. Jumlah itu merupakan sisa vaksin dari tahun 2004 yang mencapai 50 juta dosis.

Berdasarkan data dinas, di Boyolali saat ini terdapat 30 pengusaha yang ternaknya terjangkiti virus tersebut. Sedangkan dua temuan tentang banyaknya unggas yang mati di Karanganyar dan Sragen, menurut dia, tidak disebabkan oleh flu burung.(rei-58t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA