| Kamis, 31 Maret 2005 | NASIONAL |
Bus Tabrak Truk di Tol, Dua Tewas
SEMARANG- Dua tewas dan lima orang luka-luka ketika bus Grindulu B-7748-PV jurusan Solo-Jakarta menabrak truk gandeng bermuatan pipa besi di jalan tol Tembalang-Jatingaleh Km 10.100 seksi B jalur B, atau sekitar 1,2 km arah utara pintu tol Tembalang, Rabu (30/3) petang. Dua korban tewas adalah penumpang bus bernama Samino, warga Kesatriyan RT 17 RW 5 Bulurejo, Juwiring, Klaten, dan kernet bus yang belum diketahui identitasnya. Pengemudi bus, Sadiyo (33), asal Delanggu, Klaten, yang diduga luka-luka, melarikan diri. Kedua jenazah hingga semalam masih di kamar mayat RSUP Dr Kariadi. Korban luka semuanya penumpang bus, dirawat di RS Banyumanik dan RS Elisabeth. Mereka yang luka ringan sudah diperbolehkan pulang, sementara satu orang yang luka cukup parah masih menjalani perawatan di RS Elisabeth. Puluhan penumpang yang selamat diungsikan di sebuah masjid tak jauh dari lokasi kecelakaan. Mereka telantar dan belum dapat melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Penyebab musibah tersebut diduga akibat rem bus tidak berfungsi alias blong. Aparat Satlantas Polres Semarang Selatan yang menyelidiki kecelakaan itu telah menetapkan Sadiyo sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 359 dan 360 KUHP, yakni karena kealpaannya menyebabkan orang lain mati dan luka-luka. ''Dia masih kami cari,'' ujar Kapolres Semarang Selatan AKBP Harry Nartanto di lokasi kejadian, semalam. Kecelakaan sekitar pukul 17.15 bermula ketika bus Grindulu dari arah selatan hendak menyalip sebuah truk bermuatan pasir di lajur kanan, namun gagal. Pengemudi bus kemudian membanting setir ke lajur kiri. Tiba-tiba laju bus itu tak terkendali dalam kecepatan tinggi. Seorang penumpang mengatakan, pengemudi tampak sudah berusaha mengerem berkali-kali, tapi tak berhasil. Arus Macet Kendaraan yang ditumpangi sekitar 50 orang itu terus meluncur kencang di lajur kiri. Para penumpang panik dan berteriak-teriak. Bus kemudian menghantam truk gandeng H-1891-FA bermuatan pipa besi yang melaju pelan di depannya. Benturan keras menyebabkan truk itu terdorong hingga sekitar 30 meter, dan baru berhenti setelah kernet truk meloncat keluar, lalu mengganjal ban kendaraannya dengan balok kayu. ''Truk yang saya sopiri nanting bus sejauh itu sebelum berhenti,'' kata Arifin, sopir truk gandeng, warga Jl Pergiwati IV Bulu Lor, Kota Semarang, di lokasi kejadian. Kernet bus yang berdiri di dekat pintu depan tewas seketika karena tergencet badan bus yang ringsek. Samino, penumpang yang duduk di kursi depan, terlempar dan mengalami nasib serupa. Lima penumpang yang duduk di belakang sopir luka-luka. Diduga ketakutan, pengemudi bus, Sadiyo, turun lalu menumpang bus lain untuk menyelamatkan diri. Semalam dia diketahui berada di Weleri, Kendal. Sejumlah anggota Satlantas meluncur ke kota itu untuk menjemputnya. Menurut AKBP Harry Nartanto, selain menetapkan pengemudi bus sebagai tersangka, pihaknya juga menemukan sejumlah pelanggaran lain. Misalnya, STNK bus tidak ada karena beberapa hari lalu ditilang, izin trayek sudah habis sejak Oktober 1990, dan izin usahanya juga telah mati. (G3,G17-58t) | ||||