| Kamis, 31 Maret 2005 | NASIONAL |
Disiska, TKW di Arab Saudi GangrenRIYADH - Kisah sedih tenaga kerja Indonesia di luar negeri masih saja terjadi. Kali ini, Nur Miyati, TKW di Arab Saudi, harus tergolek di rumah sakit Riyadh. Tumitnya terlihat hitam karena terserang gangren. Di sekujur tubuhnya, masih terlihat memar bekas luka-luka. Sambil sesekali mengaduh kesakitan, TKW berusia 22 tahun itu bercerita tentang penyiksaan yang dilakukan oleh majikannya. Menurut Miyati, sang majikan memukulinya ketika dia meminta gaji. Dia juga dikurung di dalam kamar ketika majikan pergi. Karena sakitnya sudah parah, si majikan akhirnya membawanya ke sebuah rumah sakit di Riyadh. Di RS itu, majikannya mengatakan bahwa Miyati terluka karena jatuh. Para dokter memperkirakan, mereka mungkin harus mengamputasi sebagian kaki pembantu rumah tangga itu. "Itu penyiksaan. Kedua kaki dan tangannya menderita gangren," bunyi laporan medis yang tergantung di atas ranjangnya. Luka-luka lainnya terdapat di mata, bibir, pundak, telinga, dan salah satu kakinya. Miyati merupakan salah satu dari ratusan ribu TKW yang bekerja di Arab Saudi. Sekitar enam juta angkatan kerja di negara kaya minyak itu diisi oleh para pekerja dari India, Filipina, Pakistan, dan Bangladesh, selain dari Indonesia. Pejabat Saudi mengatakan, tuduhan penyiksaan seperti yang dilaporkan oleh Miyati merupakan kasus khusus yang diselidiki secara penuh. Menurut diplomat Indonesia, dalam sehari mereka menerima sekitar 10 sampai 15 pengaduan soal penyiksaan, gaji yang ditahan, dan pelecehan seksual. Infeksi Empat hari setelah dirawat di RS, Miyati masih terlalu lemah untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Namun staf medis dan petugas diplomatik telah memiliki sebagian ceritanya. Wanita yang lemah itu berasal dari Sumbawa. Dia telah bekerja selama 18 bulan di Riyadh. Gajinya sebulan adalah 600 riyal (sekitar Rp 1.500.000). Namun, dia tidak pernah menerima gaji tersebut. "Kali pertama dia meminta gajinya, dia malah mendapat siksaan," kata Mohamad Sugiarto, Atase Ketenagakerjaan Kedubes Indonesia di Riyadh. "Penyiksaan itu bukan hanya dilakukan majikan pria, istrinya juga ikut memukuli." Miyati menderita gangren di tangan dan kakinya. Hal itu mungkin disebabkan oleh infeksi atau luka-luka lebamnya. Ketika gangrennya mulai berbau tak sedap, keluarga majikan menyuruh Miyati tidur di kamar mandi di luar rumah utama. Selama sebulan, mereka mengurung TKI itu di dalam rumah setiap kali mereka pergi. Sugiarto mengatakan, 4.582 TKI mengadukan perlakuan kasar yang dilakukan majikan mereka di Arab Saudi tahun lalu. Hampir seperempatnya mengatakan bahwa gaji mereka belum dibayar. Sekitar 800 lainnya melaporkan kasus penyiksaan atau perlakuan kasar. Sebanyak 400 TKI mengatakan bahwa mereka telah dilecehkan secara seksual. "Saya harap, TKI lainnya diperlakukan dengan baik," kata Sugiarto. "Namun kami hanya menerima pengaduan dari mereka yang datang melapor ke kedutaan. Kami tidak tahu nasib TKI lainnya, yang mungkin melarikan diri."(rtr-ben-52) |