| Kamis, 31 Maret 2005 | NASIONAL |
AM Fatwa: Jangan Berlindung di Balik Amien RaisSEMARANG- Ketua DPP PAN AM Fatwa menyatakan, kandidat ketua umum PAN jangan berlindung di balik jubah kebesaran Ketua Umum PAN Amien Rais. ''Calon tersebut tidak punya rasa percaya diri mendapat dukungan dari arus bawah,'' tandas AM Fatwa dalam siaran persnya, baru-baru ini, ke Redaksi Suara Merdeka. Dia mengungkapkan hal itu setelah mendengar ada klaim dari salah seorang bakal calon ketua umum yang menyatakan dirinya mendapat dukungan atau restu dari Amien Rais. Klaim tersebut justru dipandang sebagai bentuk tidak percaya diri. Para bakal calon, kata dia, hendaknya tidak menyalahgunakan karisma Amien Rais. ''Tindakan tersebut sangat keliru bagi yang telah mengklaim dirinya seolah-olah mendapat restu,'' kata Wakil Ketua MPR RI itu. Dia mengajak semua bakal calon, untuk mengubah kepemimpinan PAN ke depan dari kepemimpinan karismatik ke kepemimpinan kolektif dan kolegial secara demokratis. Kekuatan kepemimpinan bukan lagi tergantung pada seorang figur. ''Kekuatan itu akan bersandar pada sistem dan mekanisme organisasi dengan memperkuat budaya dan tradisi demokrasi. Kalau tradisi demokrasi benar-benar telah membudaya, maka tidak akan menjadi masalah penting siapa pun yang terpilih secara demokratis untuk pimpinan partai.'' Jajaki DPW DPW PAN Jateng menggalang kekuatan dengan DPW lain agar bisa meloloskan bakal calon anggota formatur. Tim Sukses Formatur terus menjajaki DPW-DPW tersebut. Sekretaris Tim Sukses Formatur DPW PAN Jateng Khafid Sirotudin mengatakan, dari 12 anggota formatur, Jateng mencalonkan tiga nama yakni Munawar Sholeh (Ketua DPW PAN Jateng), Taufik Kurniawan (Sekretaris DPW), dan Salahudin Susilo (Wakil Sekretaris DPW). ''Penggalangan kekuatan dengan DPW lain itu untuk memantapkan bakal calon bisa lolos dalam kongres nanti.'' Selain ''barter'' nama bakal calon, lanjutnya, Tim Sukses Formatur yang beranggotakan tujuh orang itu akan melakukan sosialisasi ke 35 DPD. Sosialisasi tersebut menyusul hasil keputusan rapat pleno DPW yang menetapkan tiga nama tersebut. Salahudin Susilo mengatakan, untuk menjadi calon anggota formatur, sebagaimana draf tatib Kongres PAN yang dipersiapkan steering committee (panitia pengarah), paling tidak mendapat dukungan dua DPW atau 20 DPD. Namun ketentuan tersebut belum final dan diserahkan kepada peserta kongres. ''Sejauh ini kami yakin mendapat dukungan lebih dari 20 DPD atau dua DPW,'' katanya. Belum Bulat Dukungan terhadap Hatta Radjasa dalam bursa ketua umum PAN tampaknya belum bulat. DPD PAN Solo menyatakan tidak terlalu menggubris pencalonan Sekjen PAN itu. ''PAN Solo tidak terlalu menghiraukan, calon lain juga ada,'' kata Ketua DPD PAN Solo Umar Hasyim di Semarang. Namun, dia yang juga Koordinator DPD PAN se-Karesidenan Suarakarta itu belum bisa menyebutkan kandidat ketua umum yang bakal disokong dalam Kongres II PAN 7-10 April di Semarang. ''Tiap DPD akan mencalonkan tiga nama, namun belum mengkristal ke satu nama.'' DPD PAN se-Karesidenan Surakarta akan merapatkan barisan soal dukungan pada calon ketua umum pada pekan ini. Soal rangkap jabatan, dia menyatakan, tidak ada aturan dalam internal PAN yang melarang posisi ketua umum merangkap dengan jabatan pemerintahan. Saat menyinggung soal Hatta bila terpilih, menurut dia, tergantung pada nuraninya. ''Cuma PAN tidak ada bedanya dari partai lain, jika ketua umumnya juga duduk di pemerintahan. Jadi, Hatta memang sebaiknya mundur dari menteri kabinet bila terpilih.'' Ada sejumlah nama yang ramai dibicarakan untuk menggantikan posisi Amien Rais di partai berlambang matahari bersinar itu, yakni Soetrisno Bachir, Hatta Radjasa, Fuad Bawazier, Didik J Rachbini, dan Moeslim Abdurrahman. Menurut Umar, Didik J Rachbini juga memiliki peluang besar. (G1-83t) |