| Kamis, 31 Maret 2005 | SEMARANG |
Hama Wangwung Mengganas di GroboganGROBOGAN - Hama wangwung (Oryctes rynchoncorus) mengganas di Kabupaten Grobogan. Beberapa pohon kelapa yang ada di 19 kecamatan terserang hama itu. Akibatnya, petani mengeluh, tidak bisa memanen kelapa, karena pohonnya mengering layaknya tersambar petir. Dari hasil pemantauan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Pemkab Grobogan bersama Komisi B DPRD Grobogan di Karangrayung, diketahui pohon kelapa yang mati lantaran tidak bisa beradaptasi dan yang diserang hama wangwung hanya 20 persen. Adapun kecamatan lain yang diserang hama itu, diantaranya Kecamatan Tegowanu sebanyak 243 Ha, Wirosari 193 Ha, Purwodadi 192 Ha, Grobogan 183 Ha, Gubug 174 Ha, dan Ngaringan 155 Ha. Luas areal pohon kelapa yang diserang hama itu, hingga awal 2005 mencapai 2.209 Ha yang tersebar di 19 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 726 Ha mengalami kerusakan berat, 744 Ha rusak ringan, dan sisanya 739 Ha rusak sedang. Meski demikian, Distanbun Grobogan kini sedang melakukan pendataan ulang terhadap jumlah pohon kelapa yang diserang hama tersebut. Kepala Distanbun, Ir Edhie Sudaryanto melalui Kabid Pengembangan Perkebunan, Bambang Sriyanto mengungkapkan hal itu Rabu (30/3). Pihaknya menambahkan, dari 19 kecamatan itu hanya dua kecamatan yang dikategorikan tidak parah, yaitu Kecamatan Kedungjati dan Karangrayung. Untuk memberantas serangan hama itu, Pemkab Grobogan menganggarkan dana Rp 20 juta di APBD 2005. Selain itu, melalui Distanbun masih menunggu bantuan dari Pemprov Jateng. "Bantuan dari Pemprov sangat dibutuhkan,íí kata Bambang. Rencananya, pada 2006 pihaknya akan menganggarkan dana pemberantasan hama itu menjadi Rp 30 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk memberantas hama wangwung dengan cara "gropyokan", melibatkan masyarakat, terutama pemilik pohon kelapa. "Bagi warga yang bisa menangkap uret (ulat wangwung-Red), akan dihargai Rp 200/uret,íí katanya. (H3-93a) |