| Kamis, 31 Maret 2005 | SEMARANG |
Jadi Guru di Lereng MerbabuKABUT dan udara dingin menyelimuti Dusun Nglelo, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang berada di lereng Gunung Merbabu. Namun keadaan itu tak membuat patah semangat bagi Sari Famularsih, guru SLTP Alternatif Candilaras ''Nglelo''. Hampir setahun, dia bersama dua rekan guru lainnya mengabdikan diri mengajar di SMP yang hanya bermuridkan 5 anak dusun setempat. Setidaknya, empat hari seminggu Sari harus berada di dusun yang memiliki ketinggian hampir 2.000 meter di atas permukaan laut, dan letaknya sekitar 20 km sebelah utara Kota Salatiga. ''Memang udara di sini sangat dingin. Tapi mau bagaimana lagi, kami sebagai guru SMP alternatif di desa ini sudah komitmen untuk memajukan anak-anak di sini,'' papar dia. Alumnus Fakultas Tadris Pendidikan Bahasa Inggris STAIN Salatiga itu memiliki cita-cita. Yaitu, anak-anak desa yang kebanyakan mengenyam pendidikan sampai SD itu bisa melanjutkan ke SMP. Misalkan, menjadi siswa di SLTP Alternatif Candilaras dengan memanfaatkan fasilitas dan belajar di tempat ini. Guru Bahasa Inggris kelahiran Boyolali 11 September 1981, itu juga mampu mengasuh anak didiknya sehingga tak kalah dengan murid di sekolah lainnya di kota. Terbukti, nilai rata-rata bahasa Inggris anak didiknya bisa mencapai 8-8,5. Bahkan nilai bahasa Inggris murid SMP Negeri induk di kota kecamatan tertinggal jauh. Sari juga berharap apa yang mereka lakukan selama ini tidak sia-sia. Sebab, untuk mencapai ke daerah terpencil seperti di Dusun Nglelo harus melewati jalan berbatu dan mendaki. (Surya Yuli P-93) |