| Kamis, 31 Maret 2005 | SEMARANG |
Sedimentasi Waduk Dumpil TinggiGROBOGAN - Camat Ngaringan, Drs M Arifin mengungkapkan, sedimentasi Bendung Dumpil di Desa Arap-arap, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, cukup tinggi. Akibatnya, bendung tersebut menjadi mangkrak. Bahkan, ada beberapa pintu air yang hilang. Pihaknya menerangkan, awalnya pembangunan bendung tadah hujan tersebut diharapkan mampu menyuplai air ke areal persawahan hingga Kecamatan Tawangharjo. Namun kenyataannya, hingga kemarin airnya hanya mampu mengairi dua desa di wilayah Kecamatan Ngaringan, yaitu Desa Kalangdasari dan Desa Kalanglundo. "Bagaimana mungkin bisa mengalir hingga Kecamatan Tawangharjo. Airnya saja tidak mengalir sampai Kecamatan Wirosari," ujar dia. Padahal, kata M Arifin, apabila bendung tersebut berfungsi normal, maka dapat dimanfaatkan untuk pengairan dan perikanan, meski tampaknya masih ada warga yang memanfaatkan lahan bendung tersebut untuk bercocok tanam. "Jika dilakukan pengerukan lumpur dengan alat berat, dirasa tidak efektif. Sebab, setelah dikeruk, maka setahun kemudian dikhawatirkan dangkal lagi. Hal itu, karena kiriman lumpur dari daerah hulu cukup besar, sedangkan pengerukan membutuhkan dana yang tidak sedikit," katanya. Camat Ngaringan itu menambahkan, langkah untuk menyelamatkan Bendung Dumpil dari ancaman pendangkalan dengan membangun fasilitas penangkapan air hujan dan banjir dalam bentuk bendung di daerah Banjarejo, Blora. Sebab, diduga sedimentasinya juga berasal dari daerah atas. (H3-93a) |