| Kamis, 31 Maret 2005 | SEMARANG |
Mau Kuliah di Mana?PERTANYAAN tersebut acap kali terlontar oleh orang tua, guru, atau teman, kepada anak atau siswa SMA kelas tiga. Sebagian besar siswa menjawab belum tahu. Hari gini belum tahu, mau ke mana kuliah! Kurang gaulkah? Atau kurang informasi, bimbingan, arahan, dan sejenisnya. Tidak semua orang tua bisa mengarahkan anak untuk melanjutkan studinya, karena keterbatasan pendidikan dan wawasan, atau karena kesibukan serta kurangnya perhatian terhadap pendidikan 0anak. Sosialisasi mengenai kelanjutan studi, kadang dilakukan oleh alumnus SMA kepada adik-adik kelas yang duduk di kelas tiga. Tapi, sebatas di mana alumnus SMA tersebut menimba ilmu. Melalui selebaran atau surat resmi ke pihak sekolah pun, ada perguruan tinggi yang telah melakukan promosi atau sekadar informasi. Sarana internet bahkan juga sudah dapat diakses untuk mengetahui seluk-beluk perguruan tinggi. Namun, terkadang siswa merasa belum cukup puas dengan cara tersebut. Melalui bimbingan dan arahan yang dilakukan oleh orang tua maupun pihak sekolah (terutama guru Bimbingan dan Konseling), siswa akan merasa diperhatikan dan akan berpikir lebih baik, untuk memilih program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan kemampuan akademiknya, ekonomi orang tua, dan kemandiriannya. Salah satu program sekolah bersama OSIS, adalah untuk mengisi liburan bagi siswa kelas dua SMA, yaitu dilaksanakannya widya wisata. Kegiatan widya wisata, bertujuan untuk mengenal secara nyata objek wisata di Indonesia. Alangkah sangat bermanfaat, apabila di dalam pelaksanaan widya wisata diagendakan ke satu atau dua perguruan tinggi yang lokasinya dilalui atau dekat dengan objek wisata. Kunjungan ke perguruan tinggi tersebut, bertujuan mengenalkan kepada siswa perihal seluk-beluk perguruan tinggi (dengan kota asal), pilihan program studi, fasilitas, pelaksanaan proses pendidikan, biaya, dan sebagainya. (73a) - Penulis adalah widyaiswara (tenaga pengajar) di Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Jateng. |