logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Maret 2005 SEMARANG
Line

Pembobolan Rumah Kian Menggila

SEMARANG - Pencurian di Jl Tlogomulyo Raya, Pedurungan, kemarin menambah daftar kasus pembobolan rumah di Semarang. Dalam sepuluh hari terakhir saja, pelaku pembobolan yang diperkirakan komplotan yang sama telah beraksi di empat lokasi dan menyikat sepuluh sepeda motor berikut sejumlah barang berharga lainnya seperti ponsel, perhiasan, dan uang tunai.

Berdasarkan laporan para korban, jumlah kerugian telah mencapai lebih dari Rp 100 juta. Jumlah itu belum termasuk pencurian lain yang terjadi dalam kurun waktu Januari-Februari lalu. Aksi mereka kian menggila.

Kerugian terbesar dialami para mahasiswi Undip yang menghuni rumah kontrakan di Jl Timoho Timur III, Bulusan. Dalam kejadian Sabtu (19/3) dini hari itu, pelaku menggondol empat sepeda motor, empat ponsel, dan uang sekitar Rp 250.000.

Sementara itu, dalam kejadian Rabu (23/3) dini hari di sebuah rumah kontrakan mahasiswa Unnes Jl Bakti Perumahan Trangkil Blok B Sukorejo, Gunungpati, pelaku membawa kabur tiga motor, sebuah ponsel, beberapa pakaian, sepatu, dan sandal.

Sehari sebelum beraksi di Jl Tlogomulyo Raya, pencuri juga menjarah rumah kontrakan mahasiswa Undip di Gang Nirwana Sari 25B, Jl Banjarsari, Tembalang. Penjahat menggondol motor Honda Grand milik Dani (22) dan Yamaha Jupiter serta sebuah ponsel kepunyaan Latif (22). Seperti kejadian yang sudah-sudah, mereka juga masuk melalui jendela yang dirusak dulu.

Ada dua motor lain di rumah itu, tapi pencuri tak bisa membawanya karena kendaraan tersebut dipasangi alat pengaman yang lengkap. Motor Dani sebenarnya sudah dilengkapi alarm, tapi pencuri bisa mengetahuinya setelah membongkar jok terlebih dahulu.

''Dua motor tidak hilang karena dipasangi kunci dingdong dan kunci cakram,'' kata Dani.

Kian Waspada

Kejadian di Jl Banjarsari itu sudah dilaporkan ke Polsek Tembalang. Menurut Dani, mengacu pada data di polsek, pencurian motor di Tembalang memang kian meresahkan. Selama tiga bulan terakhir, tercatat 21 motor, sebagian besar milik mahasiswa, yang lenyap disikat pencuri. Hingga kini semua motor itu belum dapat ditemukan.

Dia menuturkan, sejak pembobolan di rumah kontrakan mahasiswi di Jl Timoho Timur, para mahasiswa meningkatkan kewaspadaan. Mereka kini selalu mengunci pintu kamar saat tidur karena pencuri semakin nekat dan berani masuk kamar yang sedang ditempati penghuninya. (G3-84n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA