| Kamis, 31 Maret 2005 | SEMARANG |
Buka Kelas OlimpiadeKEBERHASILAN memetik medali di arena olimpiade matematika atau sains, sedikit banyak akan meningkatkan kepercayaan diri bangsa. Dasar itulah yang melandasi langkah General Manager SMP-SMA Semesta Abdul Kerim Tursun, untuk membuka kelas olimpiade di sekolah yang dipimpinnya. Kelas khusus itu dimaksudkan sebagai upaya mempersiapkan bibit-bibit unggul untuk maju ke arena olimpiade matematika dan sains tingkat dunia. ''Sebenarnya, bibit-bibit potensial itu tersedia melimpah di Indonesia. Sayangnya, tidak cukup tersedia wahana untuk mengasah potensi itu,'' ujar Abdul Kerim, saat ditemui di kantornya SMP-SMA Semesta Jl Raya Gunungpati, belum lama ini. Sebagian besar anak yang mencorong dari sisi kecerdasan itu, tidak memperoleh proses pembelajaran yang mendukung pada potensi yang dimilikinya. Anak-anak hebat itu dididik di sekolah reguler, bersama anak-anak lain yang memiliki potensi kecerdasan tidak berimbang dengan mereka. Menyikapi itu, Semesta sebagai sekolah mitra Pasiad (Pasifik Ulkeleri ile Sosyal ve Iktisadi Dayanisma Dernegi/Asosiasi Solidaritas Sosial dan Ekonomi dengan Negara-negara Asia Pasifik) menyiapkan kelas olimpiade. Rencananya, kelas itu dihuni anak-anak berpotensi besar, terutama dalam bidang matematika dan sains, sebagai persiapan maju ke olimpiade. ''Kelas olimpiade itu, insya Allah, akan dimulai pada tahun pelajaran 2005/2006 ini,'' imbuh Tursun, yang alumnus Fakultas Sastra Undip itu. Pria kelahiran Elazig (Turki) 1 April 1975 itu menjelaskan, seperti halnya kelas reguler, kelas olimpiade juga harus ditempuh tiga tahun. Dua tahun untuk menyelesaikan pelajaran di jenjang pendidikan yang bersangkutan, satu tahun untuk persiapan spartan menuju kompetisi olimpiade. ''Saat ini, Semesta sudah menerima tujuh siswa calon penghuni kelas olimpiade. Mereka merupakan alumnus ajang olimpiade matematika dan sains, pada jenjang pendidikan sebelumnya.'' Mereka akan memperoleh beasiswa penuh, selama di Semesta. Beasiswa itu termasuk biaya pendidikan, asrama, uang makan, serta fasilitas penunjang pembelajarannya. Di kamar siswa kelas olimpiade itu akan dilengkapi dengan fasilitas TV kabel dan saluran internet untuk menunjang proses pembelajaran. (Achiar M Permana-73) |