| Kamis, 31 Maret 2005 | INTERNASIONAL |
Lintas JagatSegarnya Salon OksigenSEORANG pria berbaring di dalam kapsul besar berisi 30 persen oksigen terkonsentrasi. Dia tengah menghilangkan penat dan lelah di salon ''AirPress'', Tokyo, kemarin. Salon itu menyediakan layanan udara segar melalui konsentrasi oksigen. Layanan lainnya adalah terapi minyak beraroma menyegarkan. Untuk menikmati layanan itu, dikenakan biaya 1.000 yen (sekitar Rp 90.000).(52) Direktur Minyak Divonis 20 Tahun MOSKWA - Pengadilan Moskwa memvonis direktur perusahaan minyak YUKOS dengan hukuman 20 tahun penjara Rabu kemarin karena terbukti bersalah melakukan pembunuhan. Hukuman ini sedikit lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa. Pengadilan atas Alexei Pichugin, direkur perusahaan minyak terkemuka di Rusia, mendapat perhatian serius dari banyak kalangan. Sebab, putusan hakim ini bisa menjadi indikasi bagi pengadilan pendiri YUKOS, si miliarder Mikhail Khodorkovsky, atas dakwaan suap dan penggelapan pajak. Jaksa menuntut hukuman maksimal 18 tahun penjara. Khodorkovsky ditahan sejak Oktober 2003 atas kasus ini. Menyusul pengadilan Khodorkovsky ini, perusahaan YUKOS ambruk dengan utang sebesar 27,5 miliar dolar. Tim pembela menganggap pengadilan ini bermotif politik karena si terdakwa merupakan rival politik Presiden Vladimir Putin. Khodorkovsky pernah masuk dalam daftar orang terkaya versi majalah Forbes.(rtr-52) China dan Korsel Gugat Jepang TOKYO - Sekelompok warga China dan Korea Selatan menggugat pemerintah regional Jepang Rabu kemarin berkaitan dengan penerbitan buku pelajaran yang dinilai menutup-nutupi sejarah keji militer Jepang semasa kolonialisme di dua negara tetangganya itu, Kementerian Pendidikan Jepang menyetujui penerbitan buku ajar itu pada 2001. Buku tersebut ditulis oleh sejarawan nasionalis dan diperuntukkan bagi SMA. China dan Korsel protes keras. Edisi revisi diharapkan akan disetujui bulan depan. ''Buku ajar itu memuat pembenaran dan menyembunyikan fakta-fakta atas invasi Jepang di Asia dan kawasan Pasifik. Buku itu menyelewengkan sejarah,'' demikian bunyi gugatan itu. Gugatan itu diajukan atas nama 260 penggugat, sebagian besar dari Korsel, termasuk di antaranya 50 anggota parlemen. Sebanyak 60 warga China tergabung dalam kelompok penggugat itu. Mereka menuntut ganti rugi 93 dolar, masing-masing atas Gubernur Ehime Moriyuki Kato dan beberapa anggota dewan sekolah Ehime.(rtr-52) |