| Kamis, 31 Maret 2005 | INTERNASIONAL |
Kofi Annan Tidak Serius Usut Korupsi di PBBNEW YORK - Laporan hasil investigasi atas dugaan korupsi dalam program minyak-untuk-pangan PBB, memancing banyak pertanyaan dan kritik atas lembaga dunia itu. Sekretaris Jenderal Kofi Annan dan pejabat PBB dinyatakan tidak secara sungguh-sungguh mengusut kasus tersebut. Tim penyelidik menemukan, mantan kepala staf PBB yang juga ''orang dalam'' Annan kemungkinan telah menghancurkan dokumen-dokumen penting terkait program itu. Kendati demikian, hasil penyelidikan menyimpulkan Kofi Annan tidak terlibat dalam dugaan korupsi itu. Laporan tim independen pimpinan Paul Volckner menyatakan, tidak ada bukti bahwa Annan telah memengaruhi kontrak senilai 67 juta dolar AS dalam program itu dengan perusahaan Swiss. Putra Annan, Kojo, bekerja pada perusahaan itu dan secara terselubung terlibat dalam upaya memuluskan kontrak. Disebutkan, perusahaan dan Kojo Annan (31) telah menyesatkan Kofi Annan. Senator Norm Coleman, wakil Partai Republik dari Minnesota, mendesak Annan mengundurkan diri. ''Ketidakmampuannya dalam kepemimpinan, serta konflik kepentingan, kurang tanggung jawab dan kurang akuntabel, hanya menunjuk pada satu hal: pengunduran diri,'' kata Coleman. Namun, Gedung Putih masih mendukung Annan kendati dengan sangat hati-hati. Eropa juga agaknya masih melindungi Annan. Anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China, menyatakan sudah saatnya masalah ini ditutup. ''Saya kira sudah saatnya episode soal sekjen ini diakhiri,'' kata Dubes China untuk PBB Wang Guangya. Dia menyatakan lega setelah Annan dinyatakan tidak terlibat. Program minyak-untuk-pangan merupakan program bagi Irak yang terkena sanksi PBB semasa Saddam Hussein. Irak diizinkan menjual minyak untuk membiayai bahan-bahan pokok bagi rakyatnya. Tetap Mendukung Program itu dimulai pada Desember 1996 dan berakhir setelah invasi AS ke Irak pada 2003. Irak kemudian menyiarkan dokumen yang memperlihatkan adanya kasus suap, korupsi dan penyelundupan minyak. Tim Volcker merilis laporan temuannya Selasa kemarin. Laporan kali ini lebih fokus pada Annan dan putranya. Perusahaan Cotecna Swiss tempat Kojo Annan bekerja meraup 10 juta dolar setahun dari kontrak dengan PBB. Laporan Volcker memperlihatkan, Kofi Annan sempat bertemu dengan direksi Cotecna sebanyak tiga kali. Pertemuan pertama saat kontrak ditandatangani pada Desember 1998. Namun, tidak ada bukti bahwa Annan telah melobi perusahaan itu, ''Tim penyelidik terbaik dari Amerika dan dari seluruh dunia telah bekerja keras selama 12 bulan,'' kata Mark Malloch Brown, kepala staf kantor Annan Annan's kepada wartawan. ''Belum pernah ada pemimpin organisasi yang diperiksa silang seperti ini,'' kata dia. ''Tetapi, sudah selesai. Keputusan sudah disampaikan.'' Pemerintahan Bush menyatakan akan mendukung upaya Annan mereformasi PBB. ''Ini masalah yang sangat serius,'' kata jurubicara Gedung Putih Scott McClellan. ''Kami tetap mendukung PBB. Kami tetap mendukung Sekjen Annan di organisasi ini.'' Portugal telah menyuarakan dukungannya pada Annan. Negara-negara Eropa lainnya mungkin akan menyusul dengan dukungan resmi. Laporan pertama Volckner pada Januari lalu menuduh Benon Sevan, kepala program PBB memperoleh sekitar 1,5 juta dolar dari kontrak dengan perusahaan Mesir. Annan menolak tuntutan untuk mundur. ''Jelas tidak,'' kata Annan ketika ditanya apakah ia mau mengundurkan diri berkaitan dengan kasus itu. Volckner masih bersikap kritis atas sikap Annan. Dia mengecam pengusutan oleh Annan tidak memadai dan hanya berlangsung sehari. ''Semestinya dia memerintahkan pengusutan menyeluruh dan independen,'' kata Volckner. ''Ternyata, hal itu tidak dilakukan.''(rtr-gn-52) |