logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Maret 2005 BANYUMAS
Line

Gencarnya Perburuan Tanah di Sekitar Terminal

MBAH Marto (78), warga RT 1 RW 3 Kelurahan Karangklesem, Purwokerto Selatan, kini tak berani lagi menyeberang jalan di depan rumahnya. Bukan karena sudah tua, melainkan karena banyak truk pengangkut tanah uruk lalu lalang. "Kula ajrih ketabrak truk sing ageng-ageng (Saya takut tertabrak truk besar-besar)," ujar nenek yang sudah 30 tahun tinggal di tempat itu.

Hal itu pula yang dirasakan Ny Sapun, Ny Maemunah, dan Suhardi. Akhir-akhir memang ini banyak truk pengangkut material melintasi permukiman mereka. Sejak terminal bus dibangun di Kelurahan Teluk, warga Karangklesem merasakan dampaknya.

Karena, di sekitar terminal bermunculan bangunan baru. Sebelumnya lahan di kawasan itu harus diuruk. Pengurukan itu melibatkan puluhan truk yang melintasi sekitar Teluk.

Perburuan tanah untuk tempat usaha, pembangunan perumahan, atau sekadar investasi kian marak. Ketika pembebasan lahan terminal tahun 1991, harganya cuma Rp 60.000/ubin (1 ubin 14 m2). Tahun 2001 harga tanah sudah menjadi Rp 260.000/ubin. Sekarang, warga menjual seharga Rp 1,5 juta/ubin. Jadi dalam waktu 15 tahun meningkat 25 kali lipat.

Banda Desa

Tanah yang diincar adalah eks banda desa yang umumnya masih luas. Di Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, sekitar 15 ha tanah diincar investor PT Bina Agung Damar Buana dengan harga sekitar Rp 700.000/ubin.

Namun pengembang Ali Basalamah yang sudah merintis dua tahun menuturkan jual-beli itu sekarang belum putus. Lokasi itu kelak bakal dilalui bus yang menuju ke timur.

Di Kelurahan Teluk juga ada rencana tukar guling tanah eks banda desa 6, 1 ha. Namun setelah proses pelepasan tanah berjalan dua tahun tiba-tiba berhenti tanpa kejelasan pasti. Lurah Teluk Tarwan menyatakan rencana pelepasan tanah eks banda desa sudah muncul dua tahun lalu.

Tanah Teluk kini masih jadi lahan pertanian yang disewa petani penggarap. Proses pelepasan dimulai tahun 2003 dan sekitar akhir 2004 sudah mendekati final. Namun Bagian Pemerintahan Desa meminta proses itu ditunda dulu.

Kelanjutannya harus menunggu pemberlakuan peraturan baru dari pemerintah tentang pelelangan aset negara yang hendak dijual. Penawaran PT Pumas Basata Purwokerto waktu itu sekitar Rp 800.000/ubin. Adapun salah satu pengembang dari Jakarta mau menawar sekitar Rp 1 juta/ubin.

"Harga yang ditawarkan warga atau tim pelepasan sekitar Rp 1,5 juta/ubin. Harga itu dihitung berdasar nilai jual objek pajak dan harga umum di pasaran. Namun belum ada titik temu karena warga masih keberatan atas penawaran pengembang," ujar Tarwan.

"Dua-tiga tahun lalu harga tanah di sini tak sampai Rp 500.000. Banyak pensiunan PNS membeli tanah di sekitar terminal untuk anak-cucu," ujar seorang perangkat Kelurahan Teluk.

Terminal tipe A itu diperkirakan selesai Agustus nanti dan diharapkan menjelang Lebaran 2005 sudah dilakukan uji coba. Tak heran bila warga sekitar bersiap-siap menangguk keuntungan menjelang pengoperasian terminal baru. (Didi Wahyu-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA