logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Maret 2005 BANYUMAS
Line

Koma Diabetikum, Warsinah Meninggal

PURWOKERTO- Warsinah, warga Kelurahan Sumampir, Purwokerto Utara, meninggal akibat koma diabetikum. Kepastian itu disampaikan Direktur RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, Purwokerto, Dokter H Hartanto MMed Sc dalam penjelasan tertulis yang disampaikan kepada Darno, suami almarhumah. Surat itu juga dilampiri dokumen rekam medik yang ditandatangani Dokter I Gde Arinton SpPD, dokter yang merawat.

Pasien bernomor RM 595720 itu dirawat di ruang rawat inap Mawar kamar nomor 5 sejak 13 Maret 2005. Selama perawatan dia mendapat infus berganti-ganti (warna hijau dan merah) hingga meninggal pada 16 Maret 2005. Atas kejadian itu, keluarganya meminta rumah sakit memberikan pertanggungjawaban hukum.

Berdasar resume perawatan, penderita datang 13 Maret pukul 20.25 di instalasi gawat darurat (IGD) dengan gejala panas enam hari, mual, muntah, dan lemas. Diagnosis sementara, Warsinah menderita febris.

Pemeriksaan fisik saat itu meliputi kesadaran, vital sign, kepala, dada, abdomen, dan ekstremitas. Terapi yang diberikan infus, Ampicillin dan Ranitidin. Tindak lanjutnya, sekitar pukul 21.30 penderita dipindah ke ruang perawatan.

Hasil pemeriksaan 15 Maret, kadar gula 1000 mg/dl. Penderita didiagnosis mengidap diabetes melitus. Tindakan yang dilakukan, infus diganti RL dan pemberian Actrapid 3 X 12 u saluran cerna.

Pada 16 Maret pukul 10.00 kondisi umum somnolent, tekanan darah 90/40, GDS 418 mg % diagnosis prekoma diabetikum. Tindakan yang dilakukan antara lain infus RL guyur, GDS diulang, dan pengawasan. Pukul 11.30 tekanan darah 50/0 dan pukul 12.00 meninggal.(P16-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA