| Jumat, 18 Maret 2005 | SALA |
200 TKI Asal Klaten Siap Dikirim ke MalaysiaKLATEN - Pemkab Klaten belum melakukan penghentian pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI), menyusul memanasnya hubungan RI-Malaysia belakangan ini. Bahkan, proses persiapan pengiriman TKI ke Malaysia masih terus berjalan. ''Sebelum ada surat resmi dari Pusat, kami masih akan terus melakukan persiapan pengiriman TKI ke Malaysia sesuai dengan job order yang ada,'' kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrana) Klaten Sukoyo, Kamis (17/3). Dia mengatakan, ada tujuh pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang masing-masing memiliki job order 10 hingga 30 TKI dengan tujuan berbagai perusahaan di Malaysia. PJTKI tersebut sudah melapor ke Disnakertrans, dan menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. ''Sekitar 200 TKI asal Klaten sudah siap dikirim ke perusahaan-perusahaan di Malaysia melalui tujuh PJTKI yang ada. Para TKI itu sudah memiliki job order sehingga dipastikan tidak terlantar selama berada di Malaysia,'' ujarnya. Ditanya tentang para TKI ilegal asal Klaten, Sukoyo mengatakan, pihaknya mengaku sudah memproses dokumen-dokumen kepada para TKI amnesti yang terpaksa pulang karena tidak memiliki dokumen lengkap. Menurut infromasi dari provinsi, ada empat TKI asal Klaten yang dipulangkan, yakni dua dari Cawas dan dua dari Randulanang, Jatinom. Tapi berdasarkan pengecekan yang dilakukan, hanya ada satu TKI dari Cawas saja yang berhasil ditemukan. Para TKI yang datang dengan kapal di Jateng diberi ongkos oleh provinsi Rp 25.000/TKI untuk pulang ke tempat tujuan. Dia menambahkan, pada 2004, disediakan dana pemulangan TKI Rp 50 juta tapi tidak digunakan. Sementara untuk 2005, hanya disediakan Rp 10 juta. Sukoyo juga menginformasikan bahwa masih terbuka luas kesempatan bagi TKI untuk bekerja di perusahaan-perusahaan Malaysia. (F5-85m) |