| Jumat, 18 Maret 2005 | PANTURA |
LINTAS PANTURAKKN IKIP PGRI di KesesiKAJEN- Sebanyak 58 mahasiswa IKIP PGRI Semarang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Kesesi selama satu bulan. Mereka akan melakukan berbagai kegiatan dengan masyarakat di tiga desa, yaitu Brondong, Windurorejo, dan Ujungnegoro. Saat menerima rombongan di pendapa Rabu lalu (16/3), Sekda Kabupaten Pekalongan Drs Sudiyantoro menuturkan, KKN mempunyai nilai positif bagi masyarakat dan sangat membantu Pemda dalam penataan bidang pendidikan. Masyarakat desa, kata dia, perlu diberi motivasi untuk meningkatkan semangat belajar sehingga bisa berkompetisi dengan masyarakat di perkotaan. Pembantu Rektor I IKIP PGRI Semarang H Muhdi SH MH menandaskan, KKN masih penting dan relevan bagi mahasiswa, sehingga pihaknya tidak menghapus mata kuliah tersebut. (G16-74) Raker LPPH-PP TEGAL- Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) Pemuda Pancasila (PP) Kota Tegal baru-baru ini mengadakan rapat kerja pengurus di Rumah Makan Pesona Bahari. Menurut Sekretaris, Amunidin Suseno SH, kegiatan tersebut bertujuan merumuskan program kerja yang akan direalisasikan. ''Lembaga kami telah memiliki komitmen untuk melakukan pembelaan hukum baik melalui advokasi maupun pembinaan secara langsung kepada masyarakat,'' katanya.(G12-42) Imam The Best Employee BI TEGAL- Imam Basuki, karyawan bagian personalia Hotel Bahari Inn Tegal, kemarin dinobatkan sebagai The Best Employee, Januari 2005. Dia mengalahkan tujuh pesaingnya dari berbagai departemen. General Manajer Hotel Bahari Inn Saunan Rasyid kemarin mengatakan pemilihan The Best Employee merupakan acara rutin yang diumumkan pada bulan berikutnya. Ini dilakukan untuk merangsang kinerja karyawan hotel berbintang tiga yang berlokasi di Jl Kolonel Sugiyono Kota Tegal. ''Kita upayakan sistem kinerja karyawan saling membantu untuk memajukan hotel ini,'' paparnya.(wh-42) Mayat di Saluran Cangklik PEMALANG - Sosok mayat laki-laki ditemukan di saluran dekat Perumahan BTN Cangklik, Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang, Selasa (15/3) lalu. Mayat tidak dikenali identitasnya. Ciri-ciri mayat berumur sekitar 35 tahun, tinggi badan lebih kurang 165 cm, mengenakan kaus hijau dan celana panjang jins biru. Kapolres AKBP Drs Koeshartono melalui Kapolsek AKP Djumirin mengungkapkan, mayat pertama kali dilihat oleh para tukang becak. Kemudian hal itu dilaporkan ke Polsek. Karena tidak ada warga yang mengaku sebagai anggota keluarganya, akhirnya mayat dikuburkan hari itu juga. Yang merasa kehilangan bisa melapor ke Mapolsek Pemalang kota. (sf-34j) |