logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 18 Maret 2005 OLAHRAGA
Line

Harga Tiket Tribune Timur Naik

SEMARANG-Pada Kompetisi Liga Indonesia XI ini, panitia pelaksana (panpel) pertandingan PSIS akan menaikkan harga tiket, khususnya Tribune Timur. Dari semula Rp 10 ribu akan dinaikkan menjadi Rp 12.000.

Namun, khusus untuk anggota Panser Biru, panpel akan memberikan potongan harga hingga Rp 4 ribu. Sedangkan harga tiket untuk tribune lainnya tidak berubah. Tribune Selatan dan utara Rp 7.500, barat VIP Rp 25 ribu dan Tribune Barat VVIP Rp 35 ribu.

Menurut Ketua Panpel Dedi Satria Budiman, penentuan harga tiket ini untuk memaksimalkan jumlah penonton. Hal itu berkaitan dengan kepindahan tempat Panser Biru dari Tribune Selatan ke Tribune Timur. Dengan demikian, Tribune Timur tetap akan ramai begitu juga dengan Tribune Selatan dan utara.

''Sebetulnya itu bukan kenaikan harga, tetapi perubahan. Untuk umum harganya memang naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu, tapi untuk anggota Panser Biru harganya malah turun menjadi Rp 8 ribu,'' katanya.

Daya Jual

Dengan kenaikan harga tiket di Tribune Timur tersebut, Dedi berharap pemasukkan panpel bisa mencapai Rp 175 juta hingga Rp 185 juta. Jumlah tersebut optimistis bisa diraih, mengingat pertandingan nanti merupakan partai perdana PSIS di kandang sendiri. Selain itu, faktor Emmanuel de Porras juga menjadi daya jual juga.

''Sebenarnya, pertandingan PSIS lawan PSPS akan disiarkan langsung TV7. Tapi, kami terpaksa menolaknya. Sebab, kami masih butuh dana untuk membiayai PSIS di kompetisi ini. Biasanya jika disiarkan langsung televisi, pemasukkan dari penjualan tiket akan sedikit,'' terangnya.

Soal keamanan, Dedi juga menegaskan tidak akan ada perubahan jumlah personel. Setiap pertandingan kandang PSIS, jumah personel keamanan yang diturunkan 640 orang, terdiri atas 485 anggota Polri dan 155 orang anggota TNI. Namun, jika terjadi kerusuhan di saat pertandingan, jumlah tenaga keamanan bisa ditambah menjadi 870 personel.

Manajemen dan panpel menginginkan aparat kepolisian juga melibatkan unit satwa yang membawa anjing dan kuda. Sebab, berdasarkan pengalaman saat PSIS bertanding di Malang lalu, pengerahan unit satwa dari Kepolisian itu sangat efektif untuk menata penonton di sekitar stadion.

''Tenaga keamanan dari kepolisian kami harapkan juga melibatkan unit satwa. Di Malang, hal itu cukup efektif untuk mengamankan stadion. Jadi, itu akan kami lakukan di Semarang,'' tandasnya. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA