logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 18 Maret 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Soal Lampu Penerangan

Menanggapi laporan Bpk Joko Adiyanto Jl Afa VI/ 25 Perum AFA Permai Sendangmulyo Semarang tentang pemutusan aliran listrik untuk penerangan jalan di lingkungannya yang dimuat di Surat Pembaca 1 Maret 2005, kami mohon maaf atas kejadian tersebut.

Kami sampaikan, pengelolaan PJU adalah kewenangan Pemkot dan prosedur permohonannya melalui kelurahan untuk seterusnya diajukan ke Dinas Pertamanan Kota.

Mendasari SE Gubernur No.621.0/004/8/2005 tanggal 20 Januari 2005 perihal penyelesaian masalah pemasangan lampu penerangan jalan umum swadaya, diharapkan ada tindak lanjut dari kelurahan untuk diteruskan ke warganya. Pada dasarnya pemasangan lampu penerangan jalan umum tanpa izin tidak diperbolehkan.

Area Pelayanan dan Jaringan Semarang

Ir M Budisusilo

***

Tentang Paket Dimakan Tikus

Kami menyambut baik kritik dan saran Ibu Widyaningsih PS tentang paketnya yang dikirim lewat Alpha Sigma Kharisma Semarang yang dimakan tikus dan dimuat di Surat Pembaca 5 Maret 2005. Sebelumnya kami telah bertemu dengan ibu tersebut dan masalahnya diselesaikan dengan baik.

Mohon maaf atas kejadian ini dan terima kasih kebesaran hati Ibu. Kritikan kami terima sebagai masukkan dalam peningkatan mutu pelayanan kami.

Uyung Purwanto

Supervisor Alpha Sigma Semarang

***

Soal Tayangan Spot Promosi Event

Saya Verry Ardian atas nama pribadi, menyatakan bahwa Midaz Produktama yang terdiri dari Sdr Dimas, Aries, Pupun dan Roby serta Javanoea Crew tidak terlibat langsung maupun tidak langsung atas masalah antara Hotel New Diva Land Bandungan Indah dengan sebuah radio swasta di kota Semarang.

Yaitu menyangkut tidak tayangnya spot promosi event "Class Mild Romantic Nite With Mentari" pada 19 Februari 2005 di Pool Side Hotel Bandungan Indah. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa mengembalikan nama baik semua pihak yang terkait.

Verry Ardian

Jl Brotojoyo 60 Semarang

***

Daerah Sigar Bencah

Sejak sebuah truk pasir "menyeterika" habis Toyota Starlet beberapa waktu lalu di Jl Sigar Bencah Tembalang Semarang, saya selalu mengamati truk-truk bermuatan berat baik truk bermuatan pasir, air dan lainnya. Ada tiga faktor yakni prasarana jalan, kelayakan kendaraan serta kelayakan pengemudi masing-masing punya peran besar.

Jalan lingkar Sigar Bencah memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, terutama bagi mobil dengan beban berat. Setelah melewati jalan yang relatif datar dan mulus dari kawasan Tembalang kemudian jalan menikung tajam dan turun (dengan sudut kemiringan yang lebih tajam dari Gombel).

Kemudian jalan berliku 3-4 kali serta tikungan tajam ke arah kanan, dilanjutkan jalan 2 arah yang relatif lurus di mana masing-masing setengahnya ambles dengan kedalaman yang membahayakan. Praktis tinggal 1 jalur yang diperebutkan kendaraan dari 2 arah.

Di samping itu rambu lalin hanya 3, yakni (1) Hati-hati Rawan Kecelakaan, (2) Jalan Berliku, dan (3) Jalan Belok Kanan yang nyaris tertutup semak belukar. Selebihnya rambu pengeprasan bukit. Tidak ada rambu (1) Jalan Menurun, (2) Ganti Vresneling yang merupakan rambu paling penting pada jalan menurun seperti di Gombel, Tanah Putih, Siranda, Gajah Mungkur.

Selain itu perlu ada "polisi tidur ganda seperti di tol, serta jalur penyelamat di tempat yang strategis. Saya amati banyak pengemudi melaju terlalu cepat pada jalan menurun pertama. Kemudian setelah melewati tikungan tajam memasukkan vresneling dua dan melesat cepat pada kondisi jalan yang bergelombang.

Ini risiko besar seperti rem blong, as patah, ban pecah dan kehilangan arah. Ada dua pilihan (1) Tutup Sigar Bencah bagi mobil pasir dan angkutan berat lain atau (2) lengkapi Sigar Bencah dengan rambu-rambu yang memadai dan prasarana keselamatan (polisi tidur ganda dan jalur penyelamat).

Jika keadaan seperti ini tetap dibiarkan, saya ingatkan pemakai jalan agar waspada. Jangan-jangan ada "seterika raksasa" melaju ke arah. Jangan biarkan diri Anda menjadi korban berikutnya.

Susilo Wibisono

Jl Bukit Cemara Indah VI CF/34 Semarang

***

Pencabutan Pengaduan

Dengan ini saya sampaikan bahwa perihal penutupan Wartel Valentine yang seperti yang dimuat di Surat Pembaca 9 Maret 2005 telah diselesaikan. Saya kagum atas kebijakan PT Telkom Purwokerto melalui Kasi Wartelum Bpk Suprapto yang membimbing, memberi saran dan petunjuk sehingga upaya saya terkabul.

Bagi semua pihak yang merasa terganggu atas surat aduan itu saya mohon maaf. Dengan ini pengaduan penutupan wartel Valentine saya nyatakan dicabut.

Singgih Setyo Rahadi

Wartel Valentine Purwokerto

***

Reformis Berpihak kepada Rakyat

BBM memang menjadi aset andalan banyak negara di dunia. Harga minyak dunia naik, pemerintah RI menjadi gerah ikut memaksakan menaikkan harga BBM per 1 Maret 2005. Alasannya, untuk mengurangi subsidi BBM. Subsidi dialihkan guna membiayai sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat miskin.

Manis juga kedengaran alasan ini. Namun tujuan baik ini ke depan masih diragukan hasilnya. Terkait kenaikan BBM, yang pasti semua orang mengerti efek buruknya lebih menonjol. Contoh, biaya transportasi menjadi naik, harga 9 bahan pokok pasti melonjak dan harga barang lain menyesuaikan.

Presiden dan para menterinya silakan menyaksikan. Pemerintah boleh saja mengeluarkan keputusan politik itu, tetapi mestinya tetap mendengarkan keberatan DPR sebagai mitra kerja. Jangan bondho nekad (bonek) saja. Harus diingat beban rakyat menjadi lebih berat.

Ketua Umum PAN sudah mengingatkan kepada SBY agar "jangan nekad" sebab ada hal yang harus dijelaskan secara gamblang kepada rakyat (Suara Merdeka 27-02-2005). Jujur saja, Amien Rais memang konsisten ucapannya sepanjang masa.

Mudah-mudahan penggantinya di MPR, Hidayat Nur Wachid yang pada masa kampanye getol sebagai pembela rakyat, sekarang ditunggu kontribusinya. Apakah mampu menangkap aspirasi rakyat sehubungan dengan ekses kenaikan harga BBM.

Rakyat kecil berpendapat, ada satu di antara sekian banyak alternatif sumber keuangan negara. Yaitu barang-barang rampasan (uang dan barang lain) dan uang pengganti dari perkara korupsi se-Indonesia yang sudah diputus pengadilan dan punya kekuatan hukum tetap, segera dimanfaatkan untuk negara.

Mudah-mudahan presiden pilihan rakyat memikirkan nasib rakyat, jangan malah melukai hati rakyat. Semoga Ketua MPR tetap konsisten berpihak kepada rakyat.

Iman Sukirman SH

Jl Kapas Raya A14, Semarang

***

Pengobatan Alternatif

Beberapa bulan lalu saya membaca artikel mengenai pengobatan alternatif di pondok pesantren daerah Gunungpati Semarang yang dilakukan dengan cara memindahkan penyakit melalui sarana kambing. Saat ini pembantu saya, menderita tumor rahim dan kata dokter harus dioperasi.

Saya bermaksud membantunya berobat melalui cara ponpes tersebut. Mohon kepada yang mengetahui memberi alamat lengkap ponpes tersebut.

Rachmawati

JlTanggul Mas I/280 Semarang

***

Mutu Siaran TVRI

Dari pengamatan saya beberapa bulan terakhir yang mungkin juga dirasakan banyak pemirsa, mutu siaran/tayangan TVRI nasional secara umum baik. Namun ada yang dirasa agak mengganggu yaitu terputusnya gambar serta audionya sehingga gambar dan suara seperti bergetar beberapa detik.

Dalam satu jam hal ini bisa terjadi beberapa kali, bahkan pada saat acara Dunia dalam Berita. Saya tidak tahu apakah hal tersebut juga dialami pemirsa di Jakarta, Surabaya dan lainnya. Hal ini rasanya tidak terjadi pada TVRI Semarang maupun TV swasta baik lokal maupun nasional. Mohon pihak terkait menindaklanjuti.

HMw Prabowo

Jl Batur 8 Candi Baru, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA