| Jumat, 18 Maret 2005 | BUDAYA |
Pekik Sorak Mesin Pemekak TelingaTEPAT pukul 21.45, Prodigy, grup band asal Braintree, Essex, Inggris langsung menghentak sekitar 1.000 penonton yang menyesak di Hall 3A, Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran Jakarta. Seketika, usai membakar adrenalin para pencintanya yang musti rela merogoh saku sebesar Rp. 250 ribu, dengan tembang pembuka, kelima personel Prodigy langsung membawakan tembang-tembang hits mereka berikutnya. Grup band yang kali terakhir menelorkan album keempat bertajuk Always Outnumbered, Never Outgunned, Agustus 2004 itu langsung menyihir para pencintanya yang didominasi remaja belia untuk berjingkrak mengikuti setiap hentakan musik techno yang sangat memekakkan telinga. Tampilan grup band yang terbentuk sejak 1990 dan lebih suka menyebut warna musik mereka dengan aliran musik crossed over atau penyimpangan terhadap genre musik pop musik dengan musik hip hop, punk rock dan acid house serta techno ini memang terbilang istimewa. Dengan kemampuan musikalitas yang mumpuni, peraih penghargaan Mercury Music Prize ini tidak hanya menyajikan sebuah jamuan musik yang tidak lazim namun enak dinikmati. Lebih dari itu, Prodigy menyuguhkan sebuah pertunjukan musik teater yang memikat. Tata Suara Apalagi dengan dukungan tata suara super akbar dari Java Musikindo sebagai penyelenggara, semakin pepaklah kemeriahan "Prodigy Live in Concert" semalam. Sebagaimana dijelaskan oleh Adrie Subono, promotor Java Musikindo, sebelum konser. Dari segi tata suara, pertunjukan semalam adalah terbesar dari segi tata suara selama 10 tahun karier perjalanan sebagai penyelenggara event pertunjukan. Dengan melibatkan 110 ribu watt kekuatan sound yang terpasang masing-masing 40 boks tata suara di kanan dan kiri panggung, membuat setiap lafal bahkan desah para musisi Prodigy dengan jelas sampai di telinga pencintanya. Belum lagi dengan kekuatan tata cahaya juga sebesar 110 watt yang gemerlap melebihi kecemerlangan sebuah ruang diskotek pada lazimnya. Sehingga tidak mengherankan jika tembang-tembang seperti "Firestarter", yang pernah menduduki puncak tangga lagu pertama di Inggris, sempurna sampai ditelinga pencintanya, tidak hanya pada tataran musik belaka. (Benny Benke-81) |