| Kamis, 17 Maret 2005 | PANTURA |
LINTAS PANTURAGedung Pengendalian PendidikanBREBES - Kantor Departemen Agama Kabupaten Brebes kini memiliki gedung pertemuan pengendalian pendidikan. Gedung dengan luas 420 m2 itu dibangun dengan dana APBN Rp 500 juta. Kepala Kantor Depag H Masjhudi SAg mengatakan, gedung itu telah diresmikan Kakanwil Jateng Drs H Habib Thoha 9 Maret lalu dengan harapan untuk menunjang kegiatan pendidikan yang ada di lingkup departemen. Saat ini di Brebes terdapat 179 madrasah ibtidaiyah (MI), 66 madrasah tsanawiyah (MTs), dan 22 madrasah aliyah (MA) serta madrasah diniyah (MD) 411. ''Selain itu, terdapat 99 pondok pesantren dan tempat pendidikan AlQuran,'' paparnya. (wh-42n) Empat Raperda Diajukan ke DPRD BREBES - Bupati Brebes H Indra Kusuma SSos kemarin menyampaikan empat rancangan peraturan daerah (raperda) ke DPRD. Empat raperda itu terdiri atas Raperda Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK), Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah, Izin Penggunaan Jalan Daerah, dan Raperda Bangunan Gedung. Di depan rapat paripurna yang dipimpin Ketua HM Nasrudin, Bupati mengatakan empat raperda yang diajukan itu untuk memberikan kepastian hukum dalam setiap pengambilan keputusan yang berkaitan dengan empat hal tersebut. (wh-42n) Bupati Buka Popda BATANG - Bupati Batang Bambang Bintoro SE kemarin membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Seni SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/SUPM/MA 2005. Acara yang dipusatkan di alun-alun itu dimeriahkan dengan senam massal dan penampilan marching band dari beberapa SD. Ketua Panitia Wiji Purwoko SPd melaporkan, popda itu meliputi atletik, senam artistik, bulu tangkis, tenis meja, bola voli, renang, sepak takraw, dan sepak bola. Adapun pekan seni meliputi seni tari, seni lukis, dan menyanyi tunggal. (ar-42n) Roboh Tertimpa Longsor BUMIAYU - Bencana longsor masih mengancam wilayah Bantarkawung. Belum lama ini, tiga rumah warga Dukuh Waru Doyong, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes roboh tertimpa longsoran tanah. Ketiga pemilik rumah tersebut adalah Pendi (42), Daryo (57), dan Daun (42). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, beberapa rumah di bawah lereng bukit, saat ini terancam terkena longsoran susulan. Kepala Desa Pangebatan Taslim SH mengatakan, longsor disebabkan permukaan lereng bukit tidak mampu menahan guyuran hujan. Kerugian ditaksir mencapai Rp 75 juta. (on-90m). Pencuri Obat Saprodi Terungkap PEMALANG - Tersangka pelaku pencurian obat sarana produksi padi (saprodi) di toko milik H Anton Rojai, Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Pemalang yang terjadi setahun lalu, akhirnya terungkap. Tersangka adalah Mardo Sulaeman (35), warga desa yang sama. Kasus itu terungkap ketika dia ditangkap setelah mencuri besi bekas di tempat lain. Ketika diperiksa di Mapolsek, dia mengaku sebagai pelaku pencurian obat saprodi tersebut. Kapolres AKBP Drs Koeshartono lewat Kapolsek Petarukan AKP Utomo menjelaskan, di daerah Klareyan sebenarnya warganya sering kehilangan barang. Banyak yang sudah menduga pencurinya adalah Mardo. Namun karena tidak ada barang bukti, polisi belum berani bertindak. (sf-90m) |