logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Maret 2005 PANTURA
Line

Siswa Dua Sekolahan Tawuran

  • Gara-gara Rebutan Pacar

PEKALONGAN - Gara-gara rebutan pacar, pelajar SMK Dwija Praja (DP), Jalan Sriwijaya dan Madrasah Aliah Negeri (MAN) 2, Jalan Binagriya melakukan tawuran dengan saling melempar batu.

Akibat aksi tawuran tersebut, 21 anak, di antara enam siswa (SMK DP) dan 14 (MAN 2) serta satu siswa dari SMA Diponegoro, Petarukan, Pemalang yang diduga ikut terlibat dalam kejadian itu, diamankan di Mapolresta Pekalongan untuk dibina. Namun demikian, ketika ditanya oleh petugas, semua siswa mengaku tidak terlibat dalam aksi saling melempar batu tersebut.

Informasi yang diperoleh dari beberapa sumber menyebutkan, awalnya salah satu pelajar SMK DP berpacaran dengan seorang gadis, namun direbut oleh seorang pelajar MAN 2. Melihat hal tersebut, pelajar itu sakit hati dan mencari siswa yang merebut pacarnya. Karena rasa solidaritas antarteman, akhirnya puluhan pelajar SMK DP yang mendengar temannya mendatangi MAN 2 ikut-ikutan, sehingga terjadilah tawuran dengan saling melempar batu.

Taufik Hidayat, siswa kelas 3 SMK DP kepada Suara Merdeka menjelaskan, dia tidak tahu adanya aksi tawuran. Pada saat itu, dia mau pulang ke rumah melalui Lapangan Mataram. Kebetulan ketika berada di tempat itu ada rombongan polisi yang sedang mengejar puluhan pelajar yang terlibat tawuran sehingga dirinya ikut tertangkap.

''Saya tidak tahu kejadiannya, setelah pulang pelajaran tambahan, dan lewat di lapangan Mataram, saya ditangkap,'' ujar dia sambil menundukkan kepala.

Hal yang sama juga dikatakan beberapa pelajar lainnya yang siang itu ikut terjaring anggota Polresta Pekalongan. Mereka sebagian besar mengaku tidak terlibat aksi saling melempar batu. Bahkan, di antara mereka ada yang mengatakan, karena takut dengan polisi, terpaksa masuk ke sawah yang ada di lingkungan Bina Griya, sehingga celana panjang yang berwarna putih menjadi hitam.

Diperingatkan

Sementara itu, salah satu guru MAN 2 yang mengampu mata pelajaran Biologi Jeroji mengatakan, bahwa kebetulan dia masih berada di sekolahan, sehingga melihat peristiwa tawuran tersebut. Bahkan dia sempat memperingatkan agar siswanya masuk ke halaman sekolahan.

''Siswa yang terlibat tawuran akan kami beri pembinaan,'' ujar dia. Adapun salah satu guru SMK DP yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, terjadinya tawuran itu di luar jam sekolah, yakni lebih dari pukul 13.40, sehingga kedatangan ke Mapolresta hanya memantau saja. Seandainya pihak kepolisian menyerahkan permasalahan ini kepada pihak sekolah, maka SMK DP akan melakukan pembinaan. Menurut dia, dari enam siswa yang tertangkap ini, lima di antaranya adalah siswa yang baik.

''Kecuali Andi, siswa yang satu ini memang agak bandel,'' tandas dia.

Sementara itu, Kapolresta Pekalongan AKBP Drs Edy Suyanto melalui Kasatreskrim AKP Umar Sanusi membenarkan adanya penangkapan terhadap 21 siswa yang diduga terlibat tawuran pelajar. Menurut dia, penangkapan itu sebagai pelajaran bagi siswa sekolah lainnya agar tidak terlibat tawuran. Sebab, saat ini di Kota Pekalongan sedang ada kegiatan Porseni sehingga dengan adanya kejadian itu, mereka tidak mengulanginya. (H4-34m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA