| Kamis, 17 Maret 2005 | NASIONAL |
Ruas Jalan Cadas Pangeran Terancam AmbrolBANDUNG-Jalan antara Bandung-Sumedang terancam terputus, menyusul gerakan tanah di kawasan kahot Cadas Pangeran yang merupakan perbukitan. Tanah di kawasan tersebut mengalami pergeseran dan tampak retak-retak, baik di lereng bagian bawah maupun atas. Kondisi tersebut makin diperparah dengan adanya tanah longsor di Kampung Singkup, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, pada Minggu (7/3), yang menyebabkan puluhan rumah rusak. Anjlokan tanah di daerah itu diperkirakan mencapai panjang 250 meter dengan penurunan mencapai 50 cm. Begitu pula retakannya yang mempunyai panjang antara 25-275 meter dengan lebar antara 1-5 cm. Jalur Cadas Pangeran pun selama ini dikenal jalur vital dari Bandung dan sebaliknya, untuk meneruskan perjalanan ke arah Cirebon dan daerah di sepanjang pantai utara Jawa Tengah dengan lay out yang berkelak-kelok tajam. "Terus terang, jalannya bisa putus sewaktu-waktu. Terlebih hujan masih akan datang. Belum lagi kendaraan yang lewat daerah tersebut mempunyai beban yang berat-berat. Saya sarankan, pengendara yang lewat daerah itu benar-benar waspada," kata Kasubdit Mitigasi Bencana Direktorat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Dr Surono di Bandung, kemarin. Dia pun sudah meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk memperhatikan kondisi itu. Salah satunya, dengan memasang rambu peringatan rawan longsor secara permanen, mengingat jalur itu termasuk daerah rawan longsor. Tak hanya itu, Surono juga meminta pemda setempat untuk menyiapkan pula peralatan berat jika sewaktu-waktu terjadi longsor, sehingga dapat langsung digunakan untuk membersihkan material jalan. Retakan-retakan direkomendasikan segera ditutup, agar air hujan tidak masuk untuk mencegah percepatan gerakan tanah. "Permukiman di sekitar kawasan tersebut diharapkan segera direlokasi. Khusus jalan Cadas Pangeran, pembuatan dinding penahan pada tebing jalan sangat mendesak diwujudkan," katanya.(dwi-69t) |