logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Maret 2005 BUDAYA
Line

Gadis Semarang Digarap Sineas Yogya

SINEAS muda dan senior Yogyakarta yang selama ini berkreasi di Jakarta, sejak beberapa hari lalu pulang ke kampung halamannya membuat sinetron Opera Kopi Susu. Sinetron yang diproduksi Cinema Binuang Sati Production tersebut mengangkat skenario Frenky Rorin Pande dengan sutradara Ronny AN dan produser eksekutif Azwar AN.

Sinetron yang dibuat 13 episode ini dibintangi antara lain Frenky Rorin Pande, Ajeng Wulandari, Azwar AN, dan Nurin Dewi Arifiah tersebut rencananya akan ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta. ''Maaf kami belum berani menyebutkan stasiun televisi mana yang akan menayangkan,'' kata Azwar AN di sela-sela pengambilan gambar di Studio Gabusan, Bantul, dengan didampingi Kasman KS selaku produser sinetron tersebut.

Dalam sinetron yang mengangkat cerita tentang rumah kos-kosan ini, juru kamera dipercayakan kepada Topo Broto. Sedangkan artistik dipercayakan kepada Sulistyo. Keduanya sudah cukup lama malang-melintang di dunia perfilaman Tanah Air.

Yang menarik dari cerita sinetron ini adalah dipercayanya bintang muda asal Semarang, Nurin Dewi Arifiah, dipercaya sebagai salah satu pemeran pembantu. Dosen Unisri Semarang ini mengaku senang dan bangga diberi kepercayaan untuk membintangi sinetron tersebut.

Dalam sinetron ini, Nurin yang sehari-hari juga sebagai staf pengajar di STIE Cendekia Karya Utama berperan sebagai salah satu penghuni kos-kosan yang sering dimintai pendapat dengan pemilik rumah.

Baru

Bagi Nurin, dunia akting sebenarnya bukan masalah baru karena sebelumnya dia juga sering terlibat dalam pembuatan sinetron, khususnya yang mengambil lokasi di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

''Sebenarnya ada tawaran untuk bermain di Jakarta tetapi saya tidak bisa. Karena saya punya pekerjaan lain yang sama sekali tidak bisa kami tinggalkan,'' jelas Nurin, yang wajahnya cukup dikenal karena muncul di layar televisi nasional sebagai salah satu peserta Penghuni Terakhir 1, belum lama ini.

''Kalau pengambilan gambar dilakukan di Jawa Tengah atau Yogyakarta, saya masih bisa. Tetapi kalau sampai ke luar kota, misalnya harus di Jakarta atau daerah lainnya jelas saya tidak bisa,'' tambahnya.

Menurut gadis yang juga pernah meraih juara pertama Bintang Sinetron Dedy Setiady Award ini, dia juga sering bermain drama tradisional di TVRI Semarang. Sarjana S2 ini mengaku senang bisa bermain bersama seniman-seniman muda dan senior Yogyakarta.

Yang membuat lulusan Undip ini bangga dan senang adalah sinetron tersebut dibuat para seneas muda dan senior yang selama ini lebih banyak berkreasi di Jakarta.

Apalagi kameramen sinetron ini dipercayakan kepada Topo Broto yang sudah cukup berpengalaman. ''Saya senang bergabung dengan mereka, karena banyak pengalaman yang saya peroleh selama saya bergabung dengan mereka,'' katanya. (Sugiarto-81)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA