logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Maret 2005 BANYUMAS
Line

SBY Akan Dimosi Tidak Percaya

  • Bila Tak Batalkan Kenaikan Harga BBM

PURWOKERTO- Demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Purwokerto berlanjut. Puluhan mahasiswa anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Banyumas, kemarin mendatangi DPRD. Mereka ke gedung wakil rakyat sekitar pukul 10.00 dengan sebuah truk dan kendaraan bermotor.

Tiba di depan gerbang kompleks Kantor Bupati, demonstran diadang polisi dan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Aparat keamanan juga menutup pintu masuk ke gedung DPRD. Polisi menurunkan dua ekor anjing untuk mengamankan keadaan. Tak ada anggota DPRD menemui pengunjuk rasa.

Malam sebelumnya IMM menggelar aksi di bundaran Sri Ratu Jalan Jenderal Soedirman. Mereka mengadakan happening art dan menyebarkan selebaran sejak pukul 19.00 hingga menjelang tengah malam.

Dalam aksi di DPRD nyaris terjadi bentrokan. Insiden itu terpicu saat mahasiswa ingin memasuki kompleks perkantoran itu, tetapi aparat keamanan tetap menutup pintu gerbang. Mereka saling dorong sekitar 30 menit. Saat itu mahasiswa ingin menurunkan bendera menjadi setengah tiang di halaman Pendapa si Panji.

Koreksi Total

Penurunan bendara itu, kata koordinator lapangan aksi Husien Darmadi, sebagai simbol berkabung atas kematian demokrasi. Usaha mahasiswa itu tak terlaksana karena diadang aparat keamanan. Mahasiswa akhirnya mundur beberapa langkah dari pintu gerbang.

Mereka lalu berpidato bergantian. Saat itulah mereka memasang poster di pintu gerbang agar bisa dibaca aparat keamanan dan warga masyarakat.

Mahasiswa mengecam kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menaikkan harga BBM. Kebijakan itu memberatkan dan tak berpihak pada masyarakat bawah. Mahasiswa mendukung upaya DPR mengenai keputusan itu.

IMM juga menyatakan mosi tak percaya pada pemerintahan SBY yang tak mencabut kebijakan yang memicu gelombang protes di berbagai daerah itu. Mereka mendesak lembaga legislatif segera mengadakan sidang istimewa untuk meminta pertanggungjawaban SBY.

''Kami mendesak pemerintah segera mengoreksi total semua kebutuhan pokok, termasuk BBM,'' ujar Husein.

Sebelum mengakhiri aksi sekitar pukul 11.30, mahasiswa membacakan pernyataan sikap serta menyanyikan lagu perjuangan seperti "Padamu Negeri" dan "Darah Juang". Mereka kemudian shalat gaib di depan pentu gerbang kompleks alun-alun. (G22-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA