| Kamis, 17 Maret 2005 | BANYUMAS |
80 Keluarga Transmigran Siap DiberangkatkanBANJARNEGARA-Setelah tertunda hampir empat bulan, 80 keluarga asal Kabupaten Banjarnegara siap berangkat ke lokasi transmigrasi di Anjir, Kabupaten Pulang Pisang, Kalimantan Tengah, April nanti. Mereka terlambat diberangkatkan karena sarana di lokasi transmigrasi belum lengkap. Pemerintah daerah tujuan belum bersedia menerima transmigran karena pembangunan sekolah dan sarana kesehatan belum selesai. Kepastian pemberangkatan ke-80 keluarga yang terdiri atas 308 jiwa itu terungkap setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Banjarnegara Djasri dan Bupati Pulang Pisang Achmad Amur, kemarin, di Pendapa Dipayuda Adi Graha. Hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng Diah Anggraeni dan Direktur Bina Pemindahan Transmigrasi Budi Santoso. Dalam dialog seusai penandatanganan, para calon transmigran menyatakan tak sabar lagi menunggu pemberangkatan ke Kalimantan Tengah. Mereka berasal dari 49 desa di 15 kecamatan di Banjarnegara. Setelah mendaftar dan akan dikirim, mereka telah menjual semua harta benda di Banjarnegara. Namun mereka tak kunjung diberangkatkan. Mendengar keluhan itu, Bupati Achmad Amur menyatakan keterlambatan terjadi karena fasilitas di lokasi belum lengkap. ''Kami tak ingin mengecewakan transmigran asal Banjarnegara. Bisa saja diberangkatkan Januari lalu, tetapi sarana pendidikan dan kesehatan belum ada. Sekarang sudah dibangun dan kami siap menerima.'' Budi Santoso, di hadapan calon transmigran dan kedua bupati serta kepala dinas, langsung mengirim SMS ke Jakarta. Dia meminta surat pemberitahuan pemberangkatan ke-80 keluarga itu dikeluarkan. ''Mudah-mudahan paling lambat April diberangkatkan,'' katanya. Djasri meminta warganya bisa beradaptasi di tempat baru dan bekerja keras agar sukses. Seusai penandatanganan naskah kesepahaman, Budi menyatakan tahun 2004 Jateng mendapat alokasi transmigran 1.135 keluarga. Namun hanya teralisasi 920 keluarga atau 81,06%. Sebab, belum semua lokasi transmigran siap. Dia menyatakan tahun ini Jateng mendapat alokasi 1.004 keluarga. Mereka akan ditempatkan antara lain di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Gorontalo, Papua, dan Maluku. (G23-86) |