| Selasa, 15 Maret 2005 | SALA |
Penyakit Jamur Serang Tanaman Padi
WONOGIRI - Hama penyakit yang diindikasikan sebagai jamur (cendawan) jenis blast dilaporkan menyerang tanaman padi milik petani di wilayah Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri. Petani mengatakan, jamur itu menyerang bagian batang padi dan berdampak membusukkan sehingga tanaman padi menjadi layu lalu berangsur mati. ''Biasanya batang yang diserang membusuk dan akhirnya mati,'' ujar Camat Puhpelem Drs Bambang Haryanto, Senin (14/3). Jamur itu, lanjutnya, menyerang tanaman padi setelah 70 hari varietas IR-64 di areal sawah tadah hujan milik petani. Penyebarannya diduga lewat media udara dan angin. ''Ada 10 hektare tanaman padi sawah di Desa Giriharjo, Kecamatan Puhpelem yang terkena serangan jamur dengan intensitas serangannya sekitar 17,77%,'' ungkapnya. Tanaman padi yang terserang jamur, kecil kemungkinan dapat dipanen. Kalaupun dipanen, produksinya diperkirakan merosot tajam. Para petani yang tanaman padi terserang jamur merasa kesulitan menanggulangi. ''Sepertinya tak mempan disemprot pakai obat pemberantas hama,'' ucap seorang petani Sukar dari Desa Giriharjo. Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Ir Guruh Santosa MM, Senin (14/3), menegaskan, hama penyakit yang menyerang padi sawah biasanya muncul ketika curah hujan berlebihan. ''Biasanya apabila datang hujan dengan curah tinggi, itu telah menyebabkan adanya tingkat kelembaban yang tinggi pula. Dampaknya, dapat memunculkan aneka macam penyakit dan hama tanaman termasuk penyakit jamur sebagaimana yang muncul di Kecamatan Puhpelem itu,'' paparnya. Karena itu, lanjutnya, ketika datang hari-hari hujan dengan curah relatif tinggi, pihaknya telah mengeluarkan seruan kepada para petani tanaman pangan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan hama dan serangan penyakit tanaman. ''Saya sudah memberitahu itu jauh-jauh hari dan menyerukan agar para petani peduli meningkatkan kewaspadaannya.'' Menurut penuturan Guruh, tidak hanya penyakit yang ditimbulkan oleh jamur atau cendawan tapi hama wereng pun ternyata juga ikut muncul di kawasan persawahan di Desa Pule, Kecamatan Selogiri. ''Hama wereng ini menyerang sekitar tiga hektare tanaman padi sawah,'' ucapnya. Bagi tanaman padi yang telanjur terserang hama wereng dan jamur, apabila memang tidak dapat diantisipasi dengan semprotan obat pestisida dan fungsida sebaiknya dibabat dan dibakar. Tindakan itu untuk mencegah agar hama dan penyakit tersebut tidak menyebar luas. Lebih baik mengorbankan areal yang telanjur terserang untuk dibinasakan daripada nantinya hama dan penyakit padi itu makin meluas tak terkendali. Petani yang merasa membutuhkan bantuan obat pemberantas hama, Dinas Pertanian siap membantu. ''Kami masih punya stok obat-obatan pemberantas hama tanaman yang siap didistribusikan sebagai bantuan kepada petani yang sekiranya membutuhkannya.'' (P27-92j) |