| Selasa, 15 Maret 2005 | OLAHRAGA |
KONI Pusat Tak Merasa Mencoret KartikaJAKARTA - Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Pusat Djoko Pramono menegaskan, pihaknya tidak pernah merasa mencoret nama Kartika Ekawati dari cabang karate untuk mengikuti program Indonesia Bangkit (IB). ''Hingga saat ini, Kartika masih tercatat sebagai atlet dalam program Indonesia Bangkit dan uang saku untuk dia (Kartika) diberikan melalui PB Forki dan terakhir uang sakunya untuk bulan Februari dan bulan Maret memang belum,'' kata Djoko Pramono yang juga pimpinan proyek Indonesia Bangkit di Jakarta, Senin. Diakuinya, memang salah seorang pengurus teras PB Forki yaitu Hendardji pernah menelepon dirinya - yang menyatakan Kartika akan diganti dengan karateka putri lainnya sesuai dengan hasil keputusan rapat organisasi itu. ''Saya hanya menerima pemberitahuan melalui telepon, tapi secara resmi PB Forki tidak pernah mengajukan surat untuk penggantian Kartika itu. Apa salah dia (Kartika), saya mengetahui anak itu karateka potensi dengan usia 17 tahun saja sudah bisa menggondol tiga juara pada kejurnas lalu,'' ujarnya. Menurut Djoko, kalau memang pencoretan karateka asal Brebes itu karena yang bersangkutan tidak bersedia mengikuti Pelatnas di Jakarta dengan alasan pendidikannya, sepantasnya PB Forki untuk mempertimbangkan dan mencari alternatif bagi peningkatan prestasi dengan tidak meninggalkan kuliah karateka bersangkutan. Dijelaskannya, KONI Pusat telah mencoba menjembatani masalah kuliah Kartika di Universitas Jakarta, tapi kenyataannya tidak sesuai dengan bidang studi yang sedang diikutinya, sehingga perpindahan karateka tersebut tidak dapat dilakukan. Sehubungan dengan itu, kata Djoko, dipilih alternatif lain yaitu dengan mengirimkan pelatih ke domosili Kartika di Yogyakarta agar yang bersangkutan bisa berlatih dengan baik dan sempurna. ''Alternatif pengiriman pelatih ke Yogyakarta ini telah ditawarkan kepada PB Forki, ternyata hingga saat ini tidak ada jawaban, walaupun biaya pelatih itu akan ditanggung sepenuhnya oleh KONI Pusat. Anak ini (Kartika) harus diselamatkan karena mempunyai potensi menjadi karateka terbaik di masa mendatang dan sudah ada jaminan dari pelatih kepala Ahmad Budu,'' katanya. Pelatih kepala Pelatnas karate, Ahmad Budu membenarkan Kartika Ekawati tersebut adalah karateka yang mempunyai reputasi tinggi dalam mengikuti berbagai event nasional selama ini. ''Bagaimana tidak dikatakan mempunyai reputasi dan prestasi tinggi, tiga juara disandangnya sekaligus dalam satu event nasional, padahal dia (Kartika) masih dalam kategori karateka yunior,'' kata Ahmad Budu. Ahmad Budu yang juga sebagai Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Forki itu telah mengusulkan kepada Ketua Umum PB Forki tentang keberadaan Kartika di program Indonesia Bangkit ini, tapi hingga kini belum ada kejelasan yang pasti. ''Saya hanya memberikan saran. Kalau dianggap benar, silakan gunakan, kalau tidak, ya bagaimana,'' kata Ahmad Budu. (ant-57) |