logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Maret 2005 OLAHRAGA
Line

Luluk/Alven Diharapkan Bangkit di Swiss Terbuka

JAKARTA - Ganda putra terbaik Indonesia saat ini, Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto diharapkan bangkit kembali saat menghadapi turnamen Swiss Terbuka pekan ini, menyusul kegagalan di All England pekan lalu.

''Kita harapkan mereka bisa pulih karena orang yang kalah terutama tidak di partai puncak itu beda, pengaruhnya besar,'' ujar pelatih ganda putra Christian Hadinata di Jakarta, Senin.

Pasangan peringkat kedua dunia tersebut menjadi salah satu yang diharapkan merebut gelar di All England, namun mereka tersingkir di semifinal dikalahkan ganda Denmark Lars Paaske/Jonas Rasmussen.

Menurut Christian, sebenarnya ganda yang diunggulkan di urutan kedua di All England tersebut berpeluang besar untuk memenangi partai semifinal setelah keduanya selalu memimpin perolehan angka pada setiap set dan menang telak di set kedua.

''Sayang, sebenarnya mereka bisa raih (kemenangan) karena dari awal selalu memimpin poin. Tetapi mereka masih perlu lebih kuat dari segi mental menghadapi kejuaraan-kejuaraan prestisius,'' jelas Christian seraya menambahkan, dari sisi teknik mereka tidak ada masalah.

Pada turnamen berhadiah 125.000 dolar AS itu Indonesia tidak mendapat satu gelarpun, bahkan untuk keduakalinya secara beruntun tidak meloloskan satu finalis pun di kejuaraan tertua IBF tersebut. China memborong empat gelar melalui tunggal dan ganda putri, dan hanya menyisakan gelar ganda campuran bagi pasangan tuan rumah, peraih perak Olimpiade Nathan Robertson/Gail Emms.

Di Swiss, Luluk/Alvent yang menjadi unggulan pertama akan memulai pencarian gelar di kejuaraan berbintang tiga itu melawan pasangan Swedia Frederik Bergstroem/Henrik Andersson.

Mereka kemungkinan tidak menghadapi lawan berat hingga perempatfinal, kecuali unggulan delapan asal Korea Ha Tae-kwon/Lee Young-dae yang belum pernah bertemu sebelumnya.

China Empat Gelar

China membawa pulang empat gelar juara dari kejuaraan bulutangkis All England 2005. Satu gelar lainnya dimenangi wakil tuan rumah di nomor ganda campuran, yang dimenangi unggulan kedua asal Inggris Nathan Robertson/Gail Emms berhasil mengungguli pasangan Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl 15-10, 15-13.

Di nomor tunggal putra Chen Hong menaklukkan unggulan teratas Lin Dan rubber set 8-15, 15-5, 15-2.

Rekor khusus dibuat pasangan Chai Yun/Fu Haifeng. Mereka menghentikan ganda putra terkuat Denmark Lars Paaske/Jonas Rasmussen 15-10, 15-6 dan menjadi ganda putra pertama China yang menjuarai All England sejak Tian Bingyi/Li Yongbo di tahun 1991.

Rekor manis juga diukir kekasih Chen Hong, Gao Ling. Berpartner dengan Huang Sui, ia mencetak kemenangan kelimanya di nomor ganda putri. Lawan yang mereka kalahkan di final adalah Wei Yili/Zhao Tingting 15-10, 15-13.

Di tunggal putri, unggulan ketiga Xie Xinfang menaklukkan rekan senegaranya unggulan pertama Zhang Ning 11-3, 11-9. (ant,A4-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA