logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Maret 2005 OLAHRAGA
Line

Keeltjes Benahi Lini Tengah

SURABAYA- Kekalahan 1-2 dari tuan rumah Persegi Gianyar Bali pada pertandingan kompetisi Liga Indonesia 2005, Minggu (13/3) lalu, menjadi bahan pembahasan amat serius dalam evaluasi tim Persijap. Kekalahan itu selain membuyarkan target perolehan poin juga dikhawatirkan menjadi kendala psikologis bagi para pemain untuk melakoni partai-partai selanjutnya. Karena itu, sedini mungkin pelatih Rudy William Keeltjes berharap para pemainnya tidak terlalu terbebani dengan hasil tidak menguntungkan tersebut.

''Satu hal yang mesti ada dalam psikis para pemain adalah jangan sampai merasa putus asa menghadapi perjalanan kompetisi yang masih panjang,'' ujarnya, Senin (14/3) siang menjelang penerbangan tim Persijap ke Surabaya.

Rombongan Persijap tiba di Surabaya Senin sore dan menginap di Hotel Bandara, Jalan Raya Juanda, tak jauh dari Bandara Juanda. Rabu (16/3) Persijap giliran akan dijamu tuan rumah Petrokimia Gresik. Setelah masuk penginapan, Keeltjes langsung mengajak para pemain senam ringan di halaman hotel dan tepi kolam renang. Menurut Keeltjes, tiga pertandingan yang telah terlewat, meski menyesakkan, harus menjadi pelajaran bagi Ebanda-Ebanda Timothe dkk.

''Jangan sampai anak-anak terlalu memikirkan hasil tiga pertandingan sebelumnya. Saya sudah katakan kepada mereka untuk melupakannya dan mengambil pelajaran,'' katanya.

Dalam evaluasi kemarin Keeltjes memberikan perhatian serius pada lini tengah dan sektor sayap. Dua lini ini dianggap masih terlalu lemah dan sangat tidak efektif baik dalam membangun serangan maupun saat turun bertahan.

Dikembalikan

Saat melawan Persegi, untuk lini tengah diisi oleh Arilson de Oliviera sebagai gelandang bertahan. Untuk gelandang serang diisi Ebanda Ebanda Timothe dan Sonny Paparra. Yang menjadi catatan, posisi Oliviera kurang pas dan tidak efektif. Karenanya gelandang asal Brasil ini cepat ditarik keluar oleh Keeltjes saat melawan Persegi digantikan Kuncoro sebelum babak pertama usai.

Sementara Ebanda yang baru bermain sekali saat lawan Persegi terkesan masih kurang komunikatif dan perannya di gelandang serang belum banyak membahayakan lawan. Kecepatan pemain asal Kamerun yang pernah melejit saat membela PSIS ini masih di bawah rekan-rekannya. ''Akurasi umpannya masih kurang. Ia perlu lebih serius dan segera menyesuaikan diri,'' kata Keeltjes.

Kurang efektifnya lini tengah ini menyebabkan hampir setiap serangan yang dibangun mudah patah. Akibatnya suplai bola kepada para pemain depan nyaris tidak ada. Sedangkan untuk sektor sayap, Keeltjes juga masih belum puas dengan penampilan para pemainnya. Baik Rudi Hariantoko maupun Widianto Ahmad masih miskin umpan-umpan silang dan tusukan-tusukan ke barisan pertahanan lawan.

Saat melawan Petrokimia besok sore, besar kemungkinan Keeltjes akan mengembalikan posisi Oliviera sebagai gelandang serang seperti semula. Konsekuensinya, Ebanda ditarik ke belakang menjadi gelandang bertahan atau menempatkan Oliviera di sayap kanan. ''Di sayap, Oliviera mudah-mudahan bisa efektif seperti saat uji coba,'' kata Keeltjes. (mds,kar-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA