| Selasa, 15 Maret 2005 | OLAHRAGA |
Persebaya Lepas Hendro KartikoSURABAYA- Kubu Persebaya akhirnya dengan besar hati dan ikhlas melepas kiper Hendro Kartiko ke Persija Jakarta, setelah sebelumnya kedua klub besar itu melakukan tarik-menarik atas kiper timnas tersebut. Pelepasan itu ditandai dengan pertemuan petinggi kedua tim beserta kelompok suporternya yang difasilitasi oleh Ketua Bidang Liga PSSI, Andi Darussalam Tabussala di Surabaya, Sabtu (12/3) lalu. Dari Persebaya terlihat manajer tim Saleh Ismail Mukadar, Ketua Harian H Susanto dan koordinator Bonekmania, Wastomi Suhari. Sedangkan dari kubu Persija tampak Ketua Umum Firman Hutajulu dan sekretaris David Situmorang. Pertemuan ini merupakan akumulasi dari "pertikaian" kedua kubu menyangkut keabsahan Hendro Kartiko. Sebelumnya, kubu Persebaya bersikukuh Hendro adalah kipernya. Dasarnya, klausul Pasal 8c yang tertulis dalam kontrak Hendro dengan Persebayam yang mengikat pemain ini sampai Liga Champions Asia. Sebaliknya, kubu Persija mengklaim Hendro sebagai miliknya karena sudah teken kontrak dan dianggap sudah berstatus bebas. Yang cukup mengejutkan, Persebaya sama sekali tak menerima kompensasi dari pelepasan ini. Tuntutan senilai Rp 1 miliar yang sempat dilontarkan manajer Saleh Ismail Mukadar belum lama ini, ditarik kembali. Tidak Menuntut "Kami tak menuntut apa-apa. Persebaya legawa melepas Hendro. Ini demi sepak bola Indonesia ke depan dan sportivitas," kata Saleh Ismail Mukadar. ''Kita memang rugi dengan melepas Hendro ke Persija. Tapi akan jauh lebih rugi kalau dia (Hendro) tidak bisa bermain. Timnas akan ikut dirugikan. Itu alasan kami mengapa bersedia melepas pemain itu.'' Meski demikian, Persebaya mengajukan dua syarat, yakni Persija diminta tak menurunkan Hendro, bila kedua tim ini bertemu dan suporter bonekmania tidak dicekal bila ingin ke Jakarta. Saleh menampik bila sikap yang diambil manajemen ini menjadi bentuk pengkhianatan pada bonekmania. Sebab, sebelum ini, suporter fanatik Persebaya itu bersuara paling keras, meminta agar Hendro "digantung" saja. "Jangan berpikir emosional. Saya sudah jelaskan pada para suporter mengenai langkah yang kami ambil ini. Mereka paham dan mengerti. Sekali lagi, apa yang Persebaya lakukan ini bagian dari bentuk sportivitas dan untuk kepentingan nasional, tidak ada yang lain," tambahnya. (G14-77) |