logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Maret 2005 OLAHRAGA
Line

Sayang jika PSIS Yr Absen

SEMARANG- Sekretaris Umum PSIS, Prijo Anggoro BR SH MSi menyayangkan jika PSIS Yunior tidak ikut berlaga di Liga Remaja Piala Suratin U-18 2005. Pasalnya, PSIS Yr merupakan juara Liga Remaja tahun lalu. Namun, jika terpaksa absen, Prijo bisa memakluminya, mengingat yang menjadi kendala adalah keterbatasan dana.

''Sebagai juara bertahan, memang sayang jika PSIS Yr tidak ikut kompetisi. Adi (Suka Adhisatya, Ketua Bidang Amatir PSIS) harus memikirkan untung-ruginya sebelum memutuskan hal tersebut,'' kata Prijo yang juga menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang.

Seperti diketahui, Suka Adhisatya beberapa waktu lalu merencanakan tidak akan mengikutkan PSIS Yr di Liga Remaja. Hal itu disebabkan PSIS tidak mempunyai dana untuk mengirim PSIS Yr ke kompetisi tersebut. Apalagi, tahun ini PSIS Yr akan bertanding mulai dari tingkat korwil di Jawa Tengah. Hal itu membuat kebutuhan dana PSIS Yr semakin besar. Padahal, dana PSIS dari APBD Kota Semarang hanya Rp 3,250 miliar. Dana itu tidak mungkin dibagikan kepada PSIS Yr karena untuk PSIS senior saja masih sangat kurang.

''Tidak selayaknya PSIS Yr selaku juara bertahan bertanding mulai dari bawah lagi. Tapi, mau bagaimana lagi. Hal itu sudah keputusan PSSI,'' ujarnya.

Permasalahan dana tersebut berusaha diatasi oleh Prijo dengan menawarkan posisi manjer tim kepada anggota dewan (DPRD Kota Semarang). Dengan harapan, anggota dewan bisa mencarikan dana untuk PSIS Yr. Namun, para anggota dewan tidak ada yang bersedia.

''Sejumlah anggota dewan yang saya hubungi tidak mau menjadi manajer tim. Mereka hanya mau jadi asisten manajernya. Itu membuat PSIS Yr benar-benar kesulitan dana,'' ungkap mantan Kepala Dinas Pasar Kota Semarang itu. ''Jika tidak ada dana, terpaksa kami akan meminta bantuan dana lagi kepada Ketua Umum PSIS (Sukawi Sutarip). Itu jalan terakhir agar PSIS Yr tetap bisa ikut kompetisi. Namun, jika tetap gagal, saya serahkan kepada Ketua Bidang Amatir untuk memutuskan apakah akan ikut atau tidak,'' imbuhnya.

Sementara itu, mantan Asisten Manajer Tim PSIS Yr 2002, Atmadji menyarankan kepada Ketua Bidang Amatir agar tidak terburu-buru memutuskan PSIS Yr tidak ikut kompetisi.

Menurutnya, seharusnya Adi terlebih dulu menggelar rapat pengurus PSIS untuk meminta pertimbangan. Dalam rapat itu diharapkan bisa diperoleh pemecahan masalah dana untuk PSIS Yr.

''Adi tidak bisa memutuskan sendiri tidak ikutnya PSIS Yr di kompetisi. Pengurus PSIS harus diajak rembugan dulu tentang masalah ini. Jadi, nanti keputusannya secara lembaga, bukan individu,'' katanya yang juga diamini oleh mantan Asisten Manajer Tim PSIS Yr, Iwan Anggoro.

Menurutnya, bagaimana pun pahitnya keputusan PSSI tentang format Liga Remaja, PSIS Yr tetap harus ikut kompetisi. Sebab, klub-klub atau SSB-SSB di Semarang sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan mencetak pemain-pemain agar bisa membela PSIS Yr. Selain itu, para pemain yang selama ini ditampung di PSIS Pra-Yunior juga sudah menyiapkan diri. Jika PSIS Yr tidak ikut, persiapan mereka akan sia-sia. (H13-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA