| Selasa, 15 Maret 2005 | OLAHRAGA |
Empat Pemain Kantongi Kartu KuningSEMARANG- Dalam pertandingan kandang melawan PSPS Pekanbaru, 19 Maret depan di Stadion Jatidiri, pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah masih mengkhawatirkan emosi para pemainnya. Pasalnya, hingga saat ini pemain yang sudah mendapat kartu kuning berjumlah empat orang. Mereka adalah Esaiah Pello Benson, Emmanuel de Porras, Anthony Jommah Ballah, dan Fofee Kamara. Bukan tidak mungkin dalam pertandingan kandang nanti jumlah kartu kuning tersebut akan bertambah. Kondisi ini tentu akan merugikan tim. ''Saya khawatir dengan emosi para pemain. Kami akan melakukan pendekatan, dengan harapan mereka tidak lagi mengedepankan emosinya saat bertanding. Emosi tidak akan mengubah hasil pertandingan,'' tegas Bambang. Selain memberikan pengertian terhadap anak-anak asuhannya agar tidak emosi, Bambang juga sudah menyiapkan pemain lini kedua dalam pertandingan kandang nanti. Ini untuk mengantisipasi jika ada pemain yang absen karena mendapat kartu kuning untuk kali kedua atau cedera. ''Pemain lapis kedua tetap kami persiapkan. Ini untuk mengantisipasi jika saat lawan PSPS nanti pemain yang mendapat kartu kuning itu kembali terkena kartu sehingga tidak bisa main lawan Semen Padang,'' kata mantan pelatih timnas U-20 itu seusai latihan sore kemarin di Stadion Jatidiri. Skema Permainan Dalam latihan kemarin, lini belakang mendapat perhatian khusus dari Bambang. Para pemain belakang seperti Modestus Setiawan, Maman Abdurahman, Fofee Kamara, Idrus Gunawan, Eko Prasetyo, Eko Purjianto dan Dedean Surdani terus dilatih untuk mengantisipasi bola-bola atas di kotak penalti. Selain itu, mereka juga dibiasakan berpikir dan bertindak cepat setelah berhasil menghalau bola-bola atas tersebut. Pasalnya, gol-gol yang terjadi ke gawang I Komang Putra tidak lepas dari lemahnya para pemain belakang dalam mengantisipasi bola-bola atas tersebut. Selain lini belakang, Bambang juga mengasah finishing touchpemain tengah dan depannya. Sebab, dalam dua pertandingan away lalu, produktivitas gol para pemain depan masih lemah. Padahal, peluang emas yang dimiliki PSIS cukup banyak. Namun, penyelesaian akhir yang kurang matang membuat peluang itu terbuang percuma. Penyelesaian akhir dan pembenahan lini belakang itu memang dipersiapkan untuk menghadapi PSPS Pekanbaru. Soalnya, dalam pertandingan kandang itu, Bambang menargetkan menang. Skema permainan yang berbeda dengan dua pertandingan away lalu sudah dipersiapkannya. Rencananya, Bambang tidak akan mengubah pola 3-4-3 dan komposisi pemain yang diturunkan saat lawan Persija Jakarta maupun Arema Malang. Hanya, cara mainnya saja yang berubah. Indriyanto Nugroho dan Emmanuel de Porras tetap akan diduetkan di lini depan. Mereka akan dibantu oleh Anthony Jommah Ballah atau M Ridwan untuk merobek pertahanan PSPS. Ballah yang di pertandingan away lalu ditugasi membantu pertahanan, di pertandingan kandang akan lebih difokuskan ke lini depan. ''Permainan di pertandingan kandang lebih banyak menyerang. Kami ingin memforsir kemenangan,'' tegas Bambang. (H13-77) |