| Selasa, 15 Maret 2005 | MURIA |
KUD Saroyo Mino Diperingatkan
REMBANG - Pemkab memberikan surat peringatan pertama kepada KUD Saroyo Mino (KUD Perikanan), Kecamatan Kota Rembang, karena tidak segera mengoperasikan mesin pembuat es balok (container box ice plan/CBIP). ''Sudah hampir satu tahun ini mesin tersebut dibiarkan dongkrok,'' ujar Asisten II Supradja SH ketika dihubungi Suara Merdeka, kemarin. Dia menuturkan, harga mesin pembuat es balok itu mahal, sekitar Rp 1 miliar. Proyek tersebut didanai APBD Jateng Tahun Anggaran 2003, bersamaan dengan pembangunan stasiun pompa dalam negeri (SPDN). Kedua proyek tersebut dibangun di lokasi Kawasan Bahari Terpadu (KBT), Desa Tasikagung, Kecamatan Kota Rembang. Maksud Pemprov memberikan bantuan CBIP kepada Pemkab, ungkap Supradja, untuk mencukupi kebutuhan es balok bagi para nelayan. Karena berkaitan dengan nelayan, pengelolaan CBIP diserahkan kepada KUD Saroyo Mino. Namun, setelah diuji coba lebih kurang tiga bulan, KUD memutuskan untuk menghentikan pengoperasian CBIP. Alasannya, karena biaya operasional lebih tinggi dari pendapatan hasil penjualan es balok sehingga mengalami kerugian. Untuk membuktikan alasan KUD, Pemkab membentuk tim untuk mengevaluasi persoalan yang terjadi. Tim juga menguji coba sekaligus menghitung secara cermat biaya operasional dan pendapatan. Hasilnya, CBIP dianggap dapat menguntungkan pengelolanya. Atas dasar hasil studi kelayakan itu, Pemkab memberikan surat peringatan kepada KUD Saroyo Mino untuk segera mengoperasikan CBIP. Namun, pada kenyataannya hingga kini CBIP masih dibiarkan dongkrok. ''Kalau tak ada tanggapan, kami akan memberikan surat peringatan kedua,'' tegas Supradja. Ketua KUD Saroyo Mino H Kasnadi SSos mengemukakan alasan, pihaknya belum mengoperasikan CBIP karena sedang mengajukan permohonan kepada Dinas Perikanan Jateng untuk mengubah ukuran cetakan es balok. Menurut keterangannya, CBIP yang dia kelola hanya mampu memproduksi es balok 20 kilogram/batang. Padahal, es balok yang dibutuhkan oleh nelayan 50 kilogram/batang. ''Karena itu, perlu ada perubahan ukuran cetakan es balok. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan kebutuhan pasar,'' katanya.(jl-90j) |