logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Maret 2005 MURIA
Line

Kecelakaan di Tuban

Masih Terdengar Tangis di Rumah Duka

Mendung- kelabu menyelimuti Desa Sumberjo, Kecamatan Kota Rembang, tepatnya di RT 01/IV, setelah kabar terjadinya kecelakaan lalu-lintas di Desa Gadon, Kecamatan Tambakboyo, Tuban (Jatim) yang merenggut nyawa enam orang dari keluarga Oei Siong Liat alias Agusyanto (49).

Puluhan warga dan kerabat korban berkumpul di rumah duka. Sebagian diantara mereka sibuk menata kursi di halaman rumah duka dan sebagian lagi cuma bergerombol di depan rumah.

Sementara, di dalam rumah duka situasinya mengharukan. Hampir semua orang yang ada di dalam rumah itu menunjukkan sikap kesedihan. Dari luar terdengar tangis perempuan.

Apa gerangan yang sebenarnya terjadi? Menurut beberapa orang yang ada di rumah duka itu, Minggu malam lalu (13/3), sekitar pukul 22.30 Agusyanto dan keluarganya (istri dan anak), yakni Cik Twe (45, Waras (22), dan Eva (19) tewas akibat kecelakaan lalu-lintas.

Korban tewas lainnya yang masih dalam satu rombongan dengan Agusyanto adalah pengemudi panther Go Ing Sun (45) dan Cik Min (31), keduanya warga RT 02/IV asal desa sama.

Perjalanan Pulang

Menurut keterangan, musibah itu terjadi saat rombongan Agusyanto melakukan perjalanan pulang dari Surabaya sehabis menengok anaknya.

Sesampainya di TKP (Desa Godan), mobil panther yang mereka tumpangi bertabrakan dengan gandengan truk yang lepas. Akibatnya semua orang yang ada di mobil itu tewas.

Beberapa orang yang kemarin menunggui jenazah para korban yang masih disemayamkan di Gedung Trisno Budi, mengaku belum tahu kapan mereka dikebumikan. ''Sebaiknya Anda menghubungi keluarganya saja. Sekarang mereka ada di rumah duka,'' ujar salah seorang warga.

Sayangnya, hingga sore kemarin Suara Merdeka belum bisa menemui keluarga para korban. Menurut para tetangga dekat, mereka masih sulit diajak bicara dan belum mau keluar rumah.

Ketika penulis mencoba masuk rumah duka, dengan harapan bisa mewawancarai keluarga korban, beberapa orang yang ada di depan pintu mencegatnya. ''Tolong, untuk sementara ini mereka jangan diganggu dulu. Kasihan, baru susah,'' katanya. Sebagian pelayat mengaku kehilangan teman baik. Menurut mereka, Agusyanto dan istrinya semasa hidupnya suka berteman dan ramah. (Djamal A Garhan-90)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA