| Selasa, 15 Maret 2005 | MURIA |
14 Mobil Puskesmas Tak Laik JalanBLORA- Kondisi 14 mobil operasional puskesmas saat ini tidak laik jalan, bahkan empat di antaranya sudah lama ndongkrok. ''Ya bagaimana lagi, memang itu keadaannya. Sebenarnya keberadaan mobil-mobil itu sangat penting untuk operasional puskesmas,'' ungkap seorang staf DKK Lilik S, kemarin. Dia menunjukkan dua di antara empat mobil yang sudah lama ndongkrok dan kini diparkir di sebelah barat Kantor DKK. Mobil yang keberadaanya sangat dibutuhkan itu dibiarkan berkarat dengan cat yang mengelupas di beberapa bagian. Saat Suara Merdeka melongok bagian dalamnya, tampak di bagian kemudi yakni tempat duduknya sudah awut-awutan dan tidak lengkap lagi. Sementara keempat ban mobil itu kempes. Kepala TU DKK Setyo Edy SH MHum ketika dimintai konfirmasi mengemukakan, saat ini sudah banyak mobil untuk operasional puskesmas dalam kondisi tidak laik jalan. ''Kalau ditanya kondisinya, sudah banyak yang tidak laik jalan lagi. Bahkan empat di antaranya ndongkrok,'' ungkapnya. Dipikirkan Menurut Edy, dengan kondisi itu sudah selayaknya jika dipikirkan untuk regenerasi mobil-mobil operasional tersebut. Sebab, keberadaan mobil-mobil itu sangat dibutuhkan. ''Saya sempat mendengar kalau mobil yang tengah mengangkut pasien untuk dirujuk ke rumah sakit, di perjalanan mobil malah mogok,'' ungkapnya. Seorang staf DKK memaparkan, saat ini mobil operasional puskesmas itu sudah dalam kondisi tidak laik jalan dan butuh pengadaan. Menurutnya, 12 di antara mobil tersebut rata-rata buatan tahun 1982 dan 1984, serta berjenis L300. Bagaimana masalah empat mobil yang dibiarkan ndongkrok? Edy menuturkan, karena kerusakannya parah, sementara untuk memperbaiki tidak ada dana lagi, terpaksa mobil-mobil itu dibiarkan ndongkrok. Sementara jika dilihat dari fungsi, ujarnya, cukup vital. Antara lain untuk mengirim pasien jika ada yang perlu dirujuk, untuk kegiatan puskesmas keliling, termasuk untuk menunjang kegiatan posyandu. (ud-90s) |