logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Maret 2005 MURIA
Line

Air Waduk Gembong Tidak Penuh

PATI - Untuk tahun ini, kapasitas daya tampung air Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, diperkirakan tidak bisa maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, para petani pemakai air dari waduk tersebut diminta berhati-hati.

Salah seorang tokoh masyarakat yang melakukan pencermatan air dan kondisi waduk, Kaharto, mengatakan hal itu, kemarin. Jika para petani pemakai air dari waduk itu -seperti petani di Desa Sarirejo, Geritan, Blaru, Panjunan, Sugiharjo, Dengkek, Widorokandang, dan sekitarnya- tidak berhati-hati, maka risiko kerugian gagal panen padi selalu mengancam.

Pasalnya, para petani di desa itu sepanjang musim hampir tak pernah berhenti menanam padi, termasuk pada saat musim kemarau.

Akibatnya, tuntutan mereka akan kebutuhan air sering kali tak bisa ditawar, sehingga kadang-kadang menimbulkan permasalahan.

Padahal, kondisi air waduk untuk saat ini sangat berbeda jauh. Jika sebelumnya pada bulan seperti sekarang air waduk sudah penuh, yaitu sekitar sembilan juta meter kubik, kini baru mencapai dua per tiga atau sekitar enam juta meter kubik.

Sisa kekurangan daya tampung air waduk sebesar itu, akan menimbulkan problem tersendiri bagi para petani pemakai air dari waduk tersebut.

Oleh karena itu, para petani harus mulai belajar membiasakan diri dalam bercocok tanam. ''Maksudnya, pola tanam seperti padi-padi-palawija harus diperhatikan,'' ujarnya.

Rusak

Menjawab pertanyaan, Kaharto menambahkan, menyusut dan berkurangnya tampungan air Waduk Seloromo, faktor utamanya adalah karena curah hujan rendah. Pada bulan-bulan tertentu, sekitar Desember hingga Maret, merupakan saat curah hujan cukup tinggi, tapi ternyata diikuti cuaca cerah.

Di samping itu, serapan air dari daerah penerima di sekitar kawasan timur Lereng Muria juga mulai berkurang. Sebab, banyak hutan lindung yang rusak akibat dijarah oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, yang hanya mengutamakan kepentingan sesaat.

Dengan demikian, jika kondisi seperti itu tidak segera mendapat penanganan, maka dalam kurun waktu lima tahun yang akan datang Waduk Seleromo sulit bisa menyuplai kebutuhan air bagi para petani pemakai.

Karena itu, akan lebih baik kalau para petani belajar menerapkan pola tanam mulai sekarang. Sebab, rasanya sulit mengharap daerah tangkapan air sekitar waduk bisa berfungsi maksimal selama tidak ada perbaikan di kawasan timur Lereng Muria. Bahkan tidak menutup kemungkinan, ancaman pendangkalan pun sulit dihindari. Apalagi, sekarang perilaku warga masyarakat sudah berubah.

''Mereka tak tertarik lagi menanam dan memelihara tanaman berbatang besar, melainkan cenderung untuk menanam tanaman semusim yang mempunyai nilai ekonomi dan layak jual.''(ad-90a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA