logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Maret 2005 MURIA
Line

Pintu Air Saluran Pangkalan Hilang Dicuri

PATI- Dua unit pintu air saluran Pangkalan di pinggir jalan raya Tayu-Juwana, kedapatan dirusak dan hilang dicuri. Padahal pintu tersebut berfungsi sebagai penyadap dan pembagi air ke lahan para petani di wilayah Kecamatan Trangkil, Pati.

Kepala Subdin Pengairan Dinas Permukiman dan Prasarana (Diskimpras) Ir Soetarno membenarkan hal tersebut.

Dia mengatakan, motif pencurian itu masih menjadi tanda tanya, kerena wilayah Pati utara baru kali pertama mengalami kejadian tersebut.

Berbeda dari wilayah Pati selatan, yang selama ini memang sering terjadi perusakan dan pencurian kelengkapan pintu pembagi di jaringan irigasi Jratunseluna. Benda-benda itu laku dijual, sehingga motifnya adalah murni pencurian. Akibatnya, banyak pintu air yang berlokasi di tengah areal persawahan tidak berfungsi.

Padahal untuk melakukan perbaikan fasilitas bangunan tersebut biayanya sangat mahal. Maka, perbaikan hanya dilakukan terhadap pintu pembagi yang sangat vital. Adapun yang lain terpaksa ada yang ditinggal, tergantung pada kemampuan keuangan pemiliharaan.

Karena itu, hilangnya pintu sadap dan pembagi di saluran Pangkalan menimbulkan tanda tanya, apa motif sebenarnya pelaku melakukan perbuatan itu.

''Apalagi, saat ini tak jauh dari lokasi bangunan pintu air tersebut tengah berlangsung proyek pembuatan jembatan Kali Golan,'' ujarnya.

Kuningan

Soetarno mengemukakan, motif pelaku perusakan dan pencurian bisa juga karena sentimen terhadap rekanan yang tengah mengerjakan proyek jembatan itu.

Hal tersebut untuk menciptkan kesan seolah-olah yang melakukan perbuatan itu adalah rekanan bersangkutan.

Tetapi, begitu muncul kejadian itu pihak rekanan telah mengirim surat berisi penjelasan bahwa apa yang terjadi sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan yang tengah dilakukan.

Secara formal, dinas tidak mempunyai anggapan seperti itu sehingga wajar bila pihaknya mempertanyakan apa motif perusakan pintu air tersebut.

Untuk merusak dan mengambil dua unit pintu air itu dilakukan dengan cara digergaji, sehingga membutuhkan cukup waktu. Sebab pekerjaan itu meliputi pemotongan dua unit ambang atas, dua batang drat setang, dua lembar daun pintu, dua buah setang pemutar, dan dua buah mur dari bahan kuningan.

Khusus yang disebut terakhir, harganya cukup mahal karena per buah Rp 600.000. Maka, bisa juga motif pelaku karena mahalnya harga mur kuningan.Tetapi, pencuri yang tidak mengetahui harga barang tersebut biasanya hasil curiannya itu dijual dengan harga murah.

Selain pintu sadap dan pembagi dengan kode BPL 7 yang berlokasi di Desa Krandan, Kecamatan Trangkil yang hilang, satu unit besi leuning jembatan Kali Golan pun mengalami hal yang sama.

''Kejadian itu sudah kami laporkan ke polisi, sedangkan untuk kerugian materiil masih dihitung.''(ad-90s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA