| Selasa, 15 Maret 2005 | EKONOMI |
Penjualan Honda Tak TerpengaruhSEMARANG-Penjualan motor merek Honda hingga saat ini belum terpengaruh oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bahkan tahun ini distributor merek tersebut, yakni PT Astra International Tbk Honda Cabang Semarang, mematok target pertumbuhan penjualan sebesar 20% dibandingkan dengan 2004. ''Sejauh ini penjualan Honda masih seperti bulan-bulan sebelumnya. Belum ada dampak signifikan dari kenaikan harga BBM terhadap penjualan,'' kata Simon Tan, Branch Manager PT Astra International Tbk Semarang, kemarin. Ia mengemukakan hal itu seusai menutup pelatihan dan pemagangan mekanik motor Honda. Dua puluh lima peserta dinyatakan lulus dan 11 di antaranya diterima sebagai karyawan Ahass. Simon mengatakan pada awal tahun ini terjadi kenaikan penjualan cukup tinggi untuk seluruh merek. Jika selama Januari 2004 hanya terjual 12.000 unit, maka pada Januari 2005 meningkat menjadi 17.000 unit. ''Hal yang sama juga terjadi pada Febuari yang meningkat rata-rata lebih dari 20%. Kami tetap berharap kenaikan harga BBM tak berpengaruh terhadap pasar,'' tambahnya. Melejit Pihaknya memiliki keyakinan penjualan Honda justru akan melejit karena selama ini memang dikenal irit bahan bakar. ''Karena itulah, kami yakin sebagian besar akan masyarakat memilih Honda sebagai kendaraan. Hal itu sudah terbukti,'' tandasnya. Ia mengungkapkan tahun ini secara keseluruhan Honda Semarang menargetkan penjualan naik 20% dari tahun lalu . Sepanjang tahun 2004 penjualan motor Honda mencapai 195.000 unit dan tahun ini dipatok sebanyak 260.000 unit. ''Hingga saat ini Honda Karisma menduduki peringkat pertama penjualan, yakni sekitar 35%'' jelasnya. Honda, lanjut dia, masih menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 54% dari total penjualan motor. Meski demikian persaingan motor 4 kini makin berat menyusul merek-merek lain yang masuk untuk bermain di pasar yang sama. ''Menyikapi persaingan itu kami terus berbenah mulai servis hingga pelayanan kepada masyarakat,'' tuturnya. (G2-53) |