logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Maret 2005 EKONOMI
Line

Philips Morris Akuisisi 40% Saham Sampoerna

JAKARTA-PT Philips Morris Indonesia akan mengakuisisi 40% saham PT HM Sampoerna Tbk. Perusahaan rokok asal AS itu berencana membeli 1.753,2 juta lembar saham HM Sampoerna seharga Rp 10.600/lembar.

PT Philips Morris Indonesia merupakan bagian dari Philip Morris International. Perusahaan itu memproduksi rokok merek Marlboro Merah, Marlboro Menthol, Marlboro Lights Menthol, dan Longbeach Mild.

Philips Morris International Inc harus merogoh koceknya sebesar 5,2 miliar dolar AS atau Rp 48 triliun untuk akuisisi saham tersebut. Jumlah itu termasuk utang bersih sekitar Rp 1,5 triliun dan dengan asumsi semua saham dijual melalui penawaran tender.

Transaksi itu akan dibiayai fasilitas pinjaman bank yang disiapkan Philips Morris International dan anak-anak perusahaannya.

HM Sampoerna saat ini merupakan perusahaan rokok terbesar ketiga di Indonesia dengan volume rokok domestik 41 miliar batang pada tahun 2004 dan menghasilkan lebih dari Rp 9 triliun atau 1 miliar dolar AS. Perusahaan itu menguasai 19,4% pangsa pasar rokok di Indonesia dengan produk unggulan Dji Sam Soe dan A Mild.

"Investasi kami di Sampoerna merupakan suatu kesempatan yang sangat baik untuk memperluas bisnis secara signifikan di pasar rokok terbesar kelima di dunia yang akan terus berkembang," kata Presiden dan CEO Philips Morris Indonesia, Andre Calantzopoulos, kemarin.

Dalam penjelasannya manajemen Philips Morris Indonesia menyebutkan pada 9 Maret 2005 telah memulai negosiasi untuk memperoleh 1.753.200.000 saham HM Sampoerna yang telah dikeluarkan dan disetor oleh beberapa pemegang saham.

Termasuk saham dari Dubuis Holdings Limited, perusahaan yang dikendalikan oleh Putera Sampoerna. Berdasarkan data PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) per 31 Januari 2005 perusahaan itu memiliki 17% saham HM Sampoerna.

Distributor Eksklusif

Sebelumnya, pada 10 Januari 2005 Philips Morris Indonesia telah menunjuk PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas (Panamas) yang 99% sahamnya dimiliki oleh HM Sampoerna sebagai distributor eksklusifnya di Indonesia.

Berdasarkan perjanjian tersebut Panamas akan menjadi distributor Philips Morris Indonesia selama 10 tahun dan terhitung efektif per 1 Maret 2005.

Selama ini untuk penjualan rokok Marlboro di Indonesia Philip Morris Indonesia bekerja sama dengan PT Bentoel Internasional Investama Tbk. Namun kerja sama itu beberapa waktu lalu diputus dengan alasan yang tidak dipublikasikan.

Niken Rachmad, Head of Corporate Communications PT HM Sampoerna Tbk, dalam siaran tertulis kemarin mengatakan proses akuisisi 40% saham HM Sampoerna diharapkan bisa selesai 18 Maret 2005.

"Mereka juga sangat menghargai karyawan PT HM Sampoerna Tbk sehingga akan terus bekerja sama serta menjamin untuk melindungi hak-haknya berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku," jelasnya.

Sementara itu harga saham HM Sampoerna (HMSP) pada sesi pertama perdagangan kemarin di BEJ melonjak hingga Rp 1.600, yakni dari Rp 8.850 menjadi Rp 10.450 pada pukul 10.50 waktu Jakarta Automatic Trading System (JATS). (dtc-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA