logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Maret 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Cari Orang Tua Asuh

Saya siswa kelas 2 SMAN di Batang, nantinya ingin melanjutkan pendidikan hingga di perguruan tinggi. Ayah bekerja sebagai PNS dengan gaji pas-pasan dan beberapa tahun lagi akan pensiun. Saya ingin membantu meringankan tanggung jawabnya. Tapi apalah daya, usia, pengalaman, pendidikan dan kemampuan saya masih hijau. Melalui Surat Pembaca ini saya mencari dermawan yang bersedia menjadikan saya sebagai anak asuhnya.

Purnawanto
Banyuputih Batang

***

Anak Hidrocepalus Butuh Bantuan

Saya punya keponakan berusia 3 tahun membutuhkan bantuan. Menurut dokter, dia menderita penyakit hidrocepalus atau kepala membesar hingga tidak dapat melihat dan berjalan. Sudah dibawa ke RSU Ungaran dan operasi di RS Elisabeth Semarang 26 Februari lalu.

Setelah operasi kepala sebelah kiri selesai, ternyata bagian yang tidak dioperasi membesar dengan cepat. Dokter bilang operasi perlu dilakukan beberapa kali secara bertahap. Orang tuanya hanyalah buruh yang masing menumpang kepada orang tua dan anak tersebut buah hati satu-satunya.

Sedikit tabungan habis tak bersisa. Bahkan untuk pembiayaan operasi pertama saja mereka harus berutang kepada para tetangga. Saya juga telah menghubungi sejumlah yayasan sosial yang mungkin dapat membantu, tetapi sampai sekarang belum ada yang tergerak.

Karena itulah saya mengetuk hati para dermawan yang dapat disalurkan melalui BRI Pandanaran No Rek 0325 01 026941 50 7 a.n Nur Khamim, atau ke alamat orang tuanya Desa Patemon RT 3/RW 2 Gunungpati Semarang, atau kepada orangtua anak tersebut sambil menengok kondisi si anak di RS Elisabeth ruang Theresia lantai 2 No 210

Nur Khamim
Jl Kauman Slt 13 Rt 3/Rw 2 Gunungpati

***

Ijazah untuk Mendaftar Kepala Dusun Rapah

Soal menang/kalah dalam pemilihan kadus adalah biasa. Namun yang saya tanyakan adalah tentang pelanggaran Perda yang diduga dilakukan panitia Pilkadus Rapah Desa Kluwan Penawangan Grobogan. Di antaranya: Meloloskan pendaftar yang berijazah lokal apakah tidak melanggar Perda.

Mencabut hak pilih warga setempat dengan alasan tidak punya surat pindah padahal dia sudah punya KTP dan KK di dusun tersebut. Bahkan sudah bertempat tinggal lebih dari 2 tahun. Menurut Perda hak untuk memilih syaratnya punya KK dan KTP minimal 6 bulan.

Ada hal lagi yang menurut saya janggal yaitu dana yang dibebankan kepada para pendaftar sebanyak Rp 2,4 juta/calon dan semuanya mencapai Rp 27 juta. Dana sebanyak itu kok panitia tidak mampu bikin kotak suara sendiri. Malah pinjam dari Desa Bologarang.

Masalah ijazah lokal dan dugaan kecurangan yang dilakukan panitia ini sudah saya adukan ke aparat yang berwenang tapi sampai sekarang belum ada tanggapan serius. Bagaimana tanggapan Kepala Pemerintahan Kabupaten Grobogan dan kepada siapa lagi kami harus mengadu.

Apakah hal ini dibiarkan berlalu begitu saja. Kalau begitu berarti Perda tidak dijalankan/mandul atau tidak bisa dipakai sebagai pedoman. Apa ada sanksi hukumnya bagi pelanggar Perda. Harapan saya hal ini jangan dibiarkan kalau ingin Pemkab Grobogan dipercaya masyarakat.

Rahmad
Dsn Rapah Rt 2/Rw 4 Kluwan Penawangan, Grobogan

***

Terima Kasih TNI /Polri

Beberapa bulan lalu saya membantu survai teman yang kuliah di Fakultas Psikologi Unpad Bandung, untuk skripsinya yang berjudul ''Perilaku sex TNI/ Polri dan apresiasinya dilihat dari tinjauan psikologi sosial''.

Waktu itu berat bagi saya untuk memulai kegiatan wawancara dan angket, mengingat objeknya TNI/Polri. Yang ada dalam pemikiran saya, lembaga tersebut adalah pribadi angkuh yang tidak berbudi. Juga harga mati tentang pendapat sebagian rekan mahasiswa yang menyatakan TNI/Polri adalah pihak yaang harus dilawan dan diruntuhkan.

Setelah beberapa lama bergaul dan berkomunikasi dengan ratusan responden dari lembaga ini, saya berkesimpulan pendapat tersebut sangat tidak adil. Yang saya temukan, justru mereka sangat menghargai mahasiswa. Mereka sebenarnya sosok yang lugas, berkesetiakawanan tinggi dan bisa dijadikan teman diskusi yang menarik.

Tentu dengan catatan, perlu ada pendekatan dan hindari unsur kekerasan.Sedikit berlebihan kalau kita, mahasiswa, mendiskreditkan karena mereka pun hanya melaksanakan tugas. Memang ada di antara mereka yang superior complex-nya kelewat batas, tapi menurut saya itu bisa diabaikan.

Titik permasalahan dari kekerasan dan bentrok yang sering terjadi antara mahasiswa dan aparat adalah karena ketidaksepahaman arah dan tujuan masing-masing pihak. Di samping, emosi sesaat dari kedua belah pihak. Memang, tidak mudah untuk menyatukan visi mahasiswa dan aparat, karena visinya sering bertentangan.

Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan TNI/Polri khususnya di eks Karesidenan Banyumas, Kedu dan Semarang atas bantuan dan pelayanannya sehingga saya bisa menyelesaikan survai dengan sempurna. Selamat bertugas.

Surat ini sekaligus sebagai koreksi untuk rekan Vicentius Aditya di Fak Peternakan Unika Soegijapranata, bahwa jika kita bisa membina hubungan yang lebih baik dengan TNI/Polri maka kita tidak akan mendapatkan mereka hanya bias slogan semata.

Hidayat Sugeng R
Gentasari Rt 3/Rw 3 Kroya, Cilacap

***

Mahalnya Cari SIM

Saya warga Boyolali yang patuh dan menaati lalu lintas. Salah satunya harus punya SIM. Bulan ini masa berlaku SIM saya habis. Yang ingin saya ketahui, berapa biaya sebenarnya untuk perpanjangan SIM C. Informasi yang kudengar sekarang biaya perpanjangan SIM C antara Rp 130.000 s.d Rp 150.000

Padahal semua tahu biaya formulir permohonan Rp 52.500, Kir dokter Rp 10.000. asuransi Rp 15.000 hingga total Rp 77.500. Apakah ada biaya lain yang tidak tertulis ?. Bagaimana ini Pak Kapolda dan Pak Kapolres berapa biaya yang kukeluarkan untuk perpanjangan SIM C. Aku dadi bingung...

Budi
Pulisen, Boyolali

***

Pemilik H 8989 GR

Saya hanya ingin mengungkapkan kepedihan hati saat mendapatkan pengalaman yang bikin pudar harapan akan rasa kemanusian. Pada 17 Februari 2005 tepatnya pukul 22.00 wib saya bersama keluarga melintas Jl Sultan Agung tepatnya di depan Tong Hin Semarang.

Di depan saya sebuah mobil sedan Corolla warna silver H 8989 GR. Karena cukup dekat, saya hafal plat nomornya. Pengemudinya tiba-tiba berjalan zigzag dan menyerempet motor sepasang muda mudi hingga terjatuh masuk selokan. Saya berhenti menolong korban dan lihat pemilik mobil berhenti.

Namun beberapa saat kemudian sambil mengepalkan tangan dia tancap gas meninggalkan kami. Korban saya bawa ke klinik terdekat. Saya menyesalkan perilaku pemilik mobil yang tidak peduli terhadap penderitaan orang lain. Siapa dia, saya tidak tahu .

Gun Affandy, Go
Jl Puri Anjasmara L-6/1Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA