logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Maret 2005 NASIONAL
Line

Aneka Warta

Oknum Polisi Bunuh WIL

MALANG - Citra Polri, khususnya di Malang kembali tercoreng. Sebelumnya, oknum polisi Polresta ditangkap karena terlibat judi togel, kini di wilayah Bululawang, Kabupaten Malang, seorang oknum polisi Brigadir Siswanto ditangkap karena diduga membunuh Ernawati (23) warga Kelurahan Beru, Wlingi, Blitar. Menurut keterangan, korban adalah wanita idaman lain (WIL).

Kejadiannya baru-baru ini, gara-gara korban minta dinikahi secara resmi sekaligus meminta oknum itu agar menceraikan isterinya. Siswanto ditangkap di rumahnya, di Perumahan Talangagung Kepanjen, Malang beberapa jam setelah mayat Ernawati ditemukan di sebuah vila di kompleks wisata Songgoriti, Batu.

Setelah diperiksa di Polres Malang, pelaku diserahkan ke Polresta Batu. Menurut Kapolres Malang AKBP Djamaludin, pemeriksaan awal dilakukan di Polres karena dia sebagai anggota Polri sudah melakukan indispliner. Kasat reskrim Polres Batu AKP H Bambang Suryanto mengatakan, leher korban dijerat dengan kabel. (jo-83m)

56 PT Dilibatkan Penyaluran Dana

KENDAL - Sebanyak 56 perguruan tinggi (PT) di Indonesia akan dilibatkan dalam merancang serta mengawasi penyaluran dana kompensasi bahan bakar minyak (BBM) kepada rakyat miskin.

''Bersama lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi kemasyarakatan (ormas), 56 PT tersebut akan bekerja sama dengan pemerintah dalam memberikan dana kompensasi agar tepat sasaran,'' kata Menko Kesra Alwi Shihab di Kendal, kemarin.

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya segera menandatangani perjanjian kerja sama, mulai dari merancang hingga mengawasi penyaluran dana kompensasi BBM kepada rakyat miskin. Besaran dana bagi rakyat miskin mencapai Rp 17 triliun. ''Rp 10 triliun di antaranya merupakan dana kompensasi BBM. Dana Rp 17 triliun itu akan dibagikan kepada 36 juta penduduk miskin di Indonesia.

Dibandingkan dengan 36 juta rakyat Indonesia yang miskin, dana Rp 17 triliun itu memang tidak terlalu besar. Namun diharapkan, dana kompensasi BBM tersebut dari waktu ke waktu akan meningkat lagi sehingga pada saatnya nanti, akan terpenuhi sesuai dengan yang diharapkan.'' (G15-83m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA