logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Maret 2005 MURIA
Line

Dapat Cemethi

PENAT menerima tamu, paranormal yang satu ini selama sebulan berusaha mengasingkan diri di sebuah pulau yang tentu saja sulit dihubungi oleh orang-orang yang memerlukannya.

Menurut Bos Edi - panggilan para normal ini, ada beberapa alasan mengapa dia harus mengasingkan diri di kawasan Karimunjawa selama bulan Sura lalu.

Pertama, dia ingin istirahat dari ''kejaran'' tamu yang setiap hari seperti tak ada henti-hentinya, kedua ingin mencari pusaka, dan yang lebih penting lagi adalah mengasah ilmu. ''Alhamdulillah, ketiganya telah tercapai,'' ujarnya sambil menunjukkan sebuah pusaka berbentuk cemethi (cambuk) dari emas, yang konon bernama Cemethi Bardanas.

Menyinggung tentang tamunya yang selalu ndlidir setiap hari, menurutnya merupakan hal yang biasa.

''Tamu-tamu saya itu bermacam-macam, tapi kebanyakan orang susah, dalam arti sedang dibelit masalah,'' jelas Bos Edi. Namun tak jarang ada juga yang minta nomor togel (ketika masih ramai togel - Red) dan skor sepakbola.

Untuk urusan togel atau skor bola itu, secara terang-terangan dia menolak melayani. ''Saya bukan peramal togel,'' tandasnya.

Baru sekitar dua tahun menduda, setelah bercerai dengan paranormal Jeng Har, yang membuatnya nyaris jadi gelandangan, kini Bos Edi bangkit kembali dengan membangun rumah yang sekaligus dijadikan kompleks usaha, di depan Terminal Kota Pati, tepatnya di Jl Raya Pati-Gabus nomor 1.

Di bangunan megah mirip kampus itu terdapat kantor, tempat dia praktek, juga dua studio radio miliknya, Harbos FM dan Boswin FM. Tak mudah bagi setiap orang untuk masuk ke kompleks mewah itu, karena harus melewati pintu masuk yang dijaga beberapa satpam. ''Semua ini karunia Allah, dan wajib untuk tetulung,'' ujarnya tentang pusaka yang baru saja didapatnya. (Sumaryono-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA