logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Maret 2005 KEDU & DIY
Line

lereng merapi

BRT Akan Diuji Coba di Yogya

YOGYAKARTA- Suatu modifikasi antara bus way dan bus priority yang disebut sebagai bus rapid transit (BRT) akan diuji pemakaiannya di kawasan Kota Yogyakarta. Menurut staf peneliti dari Pusat Studi Transportasi & Logistik (Pustral) UGM, Cholis Aunurochman, uji coba itu dimaksudkan sebagai upaya mereformasi angkutan kota di Yogyakarta.

Ketika melakukan sosialisasi rencana itu di depan sejumlah anggota Komunitas Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta pada Rabu lalu (9/3), dikatakan uji coba itu akan dimulai Agustus mendatang. BRT yang akan dioperasikan merupakan bus perkotaan dengan pintu otomatis dilengkapi fasilitas untuk penyandang cacat.(P58-76s)

Ny Tusiyah Tewas Terbakar

KEBUMEN-Rumah Ny Tursiyah, nenek berusia 75 tahun warga Desa Kewangunan RT 3 RW 2 Kecamatan Petanahan, Kebumen, baru-baru ini terbakar seisinya. Bahkan wanita tua yang tinggal sendirian di rumah itu tak tertolong jiwanya karena ikut terbakar.

Menurut Wakil Sekretaris PMI Kebumen Subadiyo kemarin, api diduga dari lampu teplok yang terguling, lalu menjalar ke dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu. Pagi itu, sekitar pukul 06.00 tetangga dan sanak famili melihat api sudah menjalar seisi rumah. Warga pun tak bisa menyelamatkan jiwa nenek itu. Pemkab memberi bantuan Rp 1 juta. PMI juga menyumbang beras dan mi kepada ahli waris korban.(B3-76)

Dana Peningkatan SDM

PURWOREJO- Ketua DPRD, Setyarso Widodo menyatakan rencananya Pemkab Purworejo akan mengeluarkan anggaran untuk usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Rencananya dari 16 kecamatan masing-masing disediakan dana Rp 1 miliar.

Penerapannya, akan disesuaikan dengan potensi dan kemampuan masing-masing wilayah. Dia tidak memastikan dana tersebut merupakan bantuan murni atau pinjaman lunak. Sambil menyusun perencanaan matang, dana itu kemungkinan baru dicairkan tahun depan. (yon-76s)

Pengembangan Jeruk Keprok

PURWOREJO- Pemkab Purworejo akan mengembangkan tanaman jeruk keprok. Pilihan tersebut untuk mengembalikan predikat sebagai daerah penghasil jeruk. Data di Dinas Pertanian setempat saat ini sebagian besar tanaman buah jeruk di kota itu mati terserang virus citrus vein phloem degeneration (CVPD). Akan dipilihnya jeruk keprok, karena diperkirakan jenis tersebut tahan terhadap virus CVPD. Rencananya jeruk keprok dikembangkan di wilayah dengan ketinggian 600-700 di atas permukaan laut (DPL). (yon-76s)

Bantuan untuk 40 Keluarga

WONOSOBO- Sebanyak 40 keluarga korban bencana alam di sembilan kecamatan, menerima bantuan dari Pemkab Wonosobo yang diserahkan Bupati Drs H Trimawan Nugrohadi, di pendapa kabupaten, kemarin.

Bantuan berupa beras, mi instan, dan uang tunai diberikan kepada ahli waris korban bencana kebakaran, angin ribut, tanah longsor, dan korban hanyut di sungai. Khusus uang yang diberikan kepada korban yang rumahnya rusak berat Rp 1 juta, rusak ringan Rp 500.000, dan korban meninggal dunia Rp 500.000.(P55-76s)

Napi Wanita Dilatih Menjahit

WONOSOBO- Tiga narapidana dan dua tahanan perempuan yang saat ini menghuni Rumah Tahanan Wonosobo, dilatih keterampilan membuat dan menjahit jok kursi. Pelatihan diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Wonosobo, beberapa hari lalu.

Ketua Bidang Sosial Budaya Dharma Wanita Persatuan Wonosobo, Ny Agus Suryatin mengatakan, pemberian keterampilan dimaksudkan sebagai bekal bagi mereka nantinya setelah bebas dan kembali ke masyarakat.(P55-76s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA