| Senin, 14 Maret 2005 | KEDU & DIY |
Tahun 2004 Penduduk Miskin Turun 36,1 Juta JiwaYOGYAKARTA - Dari tahun ke tahun jumlah penduduk miskin terus menurun. Pada 2001 lalu penduduk miskin tercatat 37,8 juta jiwa (18,4 %), pada tahun 2003 jumlah penduduk miskin menurun hingga menjadi 37,3 juta jiwa (17,4 %), dan pada 2004 jumlah penduduk miskin telah turun lagi menjadi sekitar 36,1 juta jiwa (16,6 %). Hal itu dikemukakan Prof Dr Gunawan Sumodiningrat, Deputi Seswapres Bidang Kebangsaan, Kewilayahan dan Kemanusiaan dalam seminar nasional ''Ketahanan Nasional, Kemiskinan dan Pertanian-Peternakan'' di auditorium Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta. Acara itu diadakan Pusat Magang dan Pelatihan Agrobisnis Peternakan belum lama ini. Menurut Gunawan, pada 2003 angka garis kemiskinan nasional meningkat menjadi sekitar Rp 118.554/kapita/bulan (tahun 2002 Rp 108.889/kapita/bulan), sedangkan provinsi yang memiliki garis kemiskinan di atas garis kemiskinan nasional juga mengalami peningkatan menjadi 17 provinsi (tahun 2002 12 provinsi). Ketujuhbelas provinsi tersebut adalah DKI Jakarta (Rp 186.525/k/b), Riau (Rp 168.391/k/b), Kaltim (Rp 156.491/k/b), Bangka Belitung (Rp 144.233/k/b), Bali (Rp 141.179/k/b), Sumbar (Rp 137.095/k/b), Sulut (Rp 134.202/k/b), Jabar (Rp 130.503/k/b), Maluku (Rp 128.430/k/b), Kalteng (Rp 127.152/k/b), DIY (Rp 127.089/k/b), Banten (Rp 126.214/k/b), Papua (Rp 125.065/k/b), Jambi (Rp 125.065/k/b), NAD (Rp 123.998/k/b), Jatim Rp 121.695/k/b), dan Jateng (Rp 119.403/k/b). Pada tahun tersebut Provinsi NTT masih memiliki angka garis kemiskinan yang paling rendah, yaitu sekitar Rp 97.387/kapita/bulan.(P12-92n) |