logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Maret 2005 KEDU & DIY
Line

Angka Putus Sekolah di Tingkat SD Masih Tinggi

YOGYAKARTA - Angka putus sekolah di DIY tahun 2004 lalu cukup tinggi. Data pendidikan tahun 2004 di Dinas Pendidikan DIY menyebutkan, angka putus sekolah tingkat SD mencapai 604 siswa setiap tahun. Jumlah itu tak hanya di SD negeri ataupun swasta, tetapi juga di madrasah ibtidaiyah (MI).

Kepala Dinas Pendidikan DIY Drs Sugito MSi mengungkapkan, tingginya angka putus sekolah itu merupakan akibat dari kondisi ekonomi orang tua yang kurang mampu untuk membiayai anaknya sekolah. Selain itu, faktor lainnya adalah karena kurangnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan bagi anak.

''Faktor ini lebih besar andilnya dibanding dengan faktor ekonomi. Terkadang orang tua lebih memilih membeli barang-barang konsumtif atau membangun rumah bagus ketimbang menyekolahkan anaknya,'' ujar Sugito.

Menyikapi hal itu, Dinas Pendidikan menempuh berbagai cara, antara lain melalui program beasiswa. Tahun 2004 Dinas Pendidikan DIY telah menyalurkan program beasiswa kepada puluhan ribu siswa dari dana APBN ataupun APBD DIY.

Data di Dinas Pendidikan tahun 2004, angka putus sekolah SD paling banyak berada di Kabupaten Gunungkidul, yakni 187 siswa. Berikutnya adalah Kabupaten Sleman yang jumlahnya mencapai 126 anak.

Di Kota Yogyakarta yang telah mencanangkan wajib belajar 12 tahun ternyata angka putus sekolah SD berada di urutan ketiga, yakni 105 siswa/tahun. Kabupaten Bantul pada urutan selanjutnya dengan angka putus sekolah 97 siswa, dan terakhir adalah Kabupaten Kulonprogo dengan jumlah 89 anak.

Mengulang

Sugito menjelaskan, selain angka putus sekolah, angka mengulang tingkat SD di DIY juga cukup tinggi. Berdasarkan data, angka mengulang siswa tingkat SD dan MI tahun 2004 mencapai 13.350 siswa yang terdiri atas 12.961 siswa SD dan 389 siswa MI.

Secara terperinci bisa dijelaskan, pada angka siswa mengulang itu Kabupaten Bantul berada di urutan teratas dengan jumlah siswa yang mengulang 3.743 orang. Selanjutnya Kabupaten Sleman 3.404 siswa, Kabupaten Gunungkidul 2.945 siswa, Kabupaten Kulonprogo 2.284 siswa, dan Kota Yogyakarta 965 siswa.

Sementara itu, angka putus sekolah di SMP dan MTs ternyata juga cukup tinggi. Berdasarkan data tahun 2004, angka putus sekolah SMP/MTS di DIY tahun 2004 mencapai 727 siswa/tahun dari total siswa 142.882 yang terdiri atas 125.763 siswa SMP dan 17.119 siswa MTs negeri ataupun swasta. Di tingkat SMA dan SMK, angka putus sekolah di DIY tahun 2004 lalu mencapai 1.254 siswa. Mereka terdiri atas 737 siswa SMK, 441 siswa SMA, dan 76 siswa MA. (D19-76n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA