logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Maret 2005 KEDU & DIY
Line

Mahasiswa Kaltim dan Malaysia Bertemu

  • Sepakat Tidak Ada Sweeping

YOGYAKARTA - Mahasiswa Kalimantan Timur yang tergabung dalam wadah Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Kalimantan Timur (KPMKT) bersama pelajar dan mahasiswa Malaysia, Sabtu (12/3) lalu menggelar pertemuan di ruang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran (FK) UGM.

Pertemuan itu digelar sehubungan dengan munculnya aksi anti-Malaysia di Yogyakarta berkaitan dengan kasus Ambalat. Namun sayang, wartawan yang diundang KPMKT untuk meliput jalannya pertemuan itu justru diusir.

Alasannya, birokrasi Dekanat FK UGM tidak memperkenankan adanya wartawan dalam pertemuan tersebut. Wartawan yang ingin meliput jalannya pertemuan itu harus ada surat izin meliput dari Dekanat lebih dulu.

Menurut salah seorang anggota KPMKT Baharuddin, apa yang dilakukan Dekanat FK itu sangat ironis di tengah keterbukaan yang digembar-gemborkan pihak UGM.

''Kami minta maaf kepada wartawan, ternyata demokrasi di sini memaksa untuk tidak ada wartawan di ruang ini,'' katanya.

Pertemuan yang dihadiri kedua belah pihak itu sempat molor sekitar dua jam dari rencana semula. Itu terjadi karena ada sejumlah mahasiswa dari negeri jiran yang sedang mengikuti kuliah dan praktikum.

Melalui siaran pers yang dikeluarkan KPMKT, pihaknya kembali minta maaf kepada wartawan atas tidak diperkenankannya meliput jalannya pertemuan tersebut. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membuat beberapa kesepakatan.

Di antaranya, sepakat tidak melakukan aksi sweeping ataupun tindakan anarkis. Mereka juga meminta agar pemerintah masing-masing menyelesaikan kasus Ambalat dengan damai dan meminta aparat kepolisian, khususnya di wilayah Yogyakarta, untuk tetap menjaga keamanan sehingga suasana kondusif selama ini tetap terus terjaga.

Tetap Terjaga

Kedua belah pihak menyepakati, pertemuan itu akan ditindaklanjuti dengan pertemuan yang lebih komprehensif dengan harapan, suasana Yogyakarta yang selama ini aman dan damai tetap terus terjaga.

Dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak mahasiswa bisa menerima dan mengerti hasil akhir pertemuan yang mereka sepakati.

Dengan demikian, seusai pertemuan, mereka kembali mesra dan damai. Pertemuan itu sekaligus sebagai ajang silaturahmi antarmereka. (sgt-76n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA