logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Maret 2005 KEDU & DIY
Line

Mirota Tetap Kedepankan Suasana Kejawen

YOGYAKARTA- Setelah dibuka kembali mulai tanggal 1 Maret 2005 lalu, Pusat Batik dan Kerajinan Mirota Batik Jalan A Yani Yogyakarta tetap mengedepankan suasana Kejawen yang sejak dulu menjadi trade mark di tempat tersebut, sebelum dilanda musibah kebakaran yang lalu.

Suasana Kejawen itu tampak terasa ketika pengunjung mulai memasuki toko tersebut, di pintu masuk disambut oleh mbok emban yang berbusana Jawa sambil menyapa dengan santun. Suasana Kejawen juga tampak pada dekorasi dan interiornya serta barang-barang yang dipajang dan ditata secara profesional, dilengkapi dengan aroma kembang dan bunyi gamelan.

''Semua itu memang sudah menjadi ciri khas Mirota Batik sejak dahulu. Kini walau gedung telah dibangun dengan agak modern, suasana Kejawen itu tetap kita pertahankan,'' ujar Hamzah Hendro Sutikno, pemilik Mirota Batik kepada Suara Merdeka, kemarin.

Selain itu, untuk memberikan hiburan kepada pengunjung, setiap Rabu malam antara pukul 19.00-21.00 ditampilkan permainan piano klasik oleh Raden Anwar (Tetet) yang memainkan karya-karya dari Beethoven, Chopin, Mozart, dan sebagainya.

Kepada pengunjung yang kebetulan menggemari musik piano klasik itu, disediakan beberapa kursi di lantai satu tempat Tetet beraksi. Tetet pun berpiano sambil mengenakan busana Jawa gaya Yogyakarta.

Musik Cokekan

Sementara itu, direncanakan pula ditampilkan musik Cokekan dan pergelaran tari Mataraman gaya Yogyakarta oleh ibu-ibu yang selama ini aktif berlatih di rumah Hamzah di kawasan Kotabaru. Kelompok tari itu bernama Malem Seton yang dilatih oleh Lies Apriliani MHum.

Rencananya Cokekan dan tarian tradisional tersebut akan mulai dipergelarkan sekitar tiga bulan lagi, menunggu panggung terbuka di lantai tiga yang sedang dipersiapkan.

''Sejak lama saya menginginkan memiliki sebuah gedung kesenian sendiri,'' imbuh Hamzah. (P12-76s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA