| Senin, 14 Maret 2005 | INTERNASIONAL |
Warga Suriah Sambut Kepulangan TentaraJDEIDEH - Tentara Suriah mungkin tidak memuntahkan peluru selama 15 tahun terakhir. Meskipun demikian, para penari, penabuh gendang, anak-anak yang mengibarkan bendera tetap menyambut meriah kepulangan pasukan itu dari Lebanon, Sabtu malam lalu. Pasukan Suriah ditarik mundur dari negara tetangganya itu setelah Damaskus mendapat tekanan besar dari masyarakat internasional. Para serdadu Damaskus itu tersenyum gembira. Mereka berjoget sambil mengacung-acungkan senjata ketika kendaraan mereka melintasi perbatasan. Kepulangan mereka merupakan bagian dari penarikan mundur dua tahap yang dijanjikan Suriah. "Kami datang untuk menyambut para pahlawan. Tentara Arab Suriah telah melakukan perjuangan yang terhormat untuk membela bangsa Arab," kata Bassam Dumrani, seorang manajer pemasaran sebuah perusahaan di Damaskus. Dia dan beberapa temannya datang di Jdeideh, daerah perbatasan dengan Lebanon. "Kami senang mereka kembali ke Tanah Air." Instansi-instansi pemerintah mengangkut ratusan orang dari Damaskus dan daerah sekitar ke Jdeideh untuk menyambut kepulangan pasukan Suriah. Mereka berangkat dengan beberapa bus pada malam yang dingin. "Selamat datang tentara Suriah!" teriak massa berulang-ulang. Mereka menaburkan bunga dan beras (adat bangsa Arab untuk menyambut pahlawan) kepada para serdadu Suriah. Sebagian orang mengangkat poster Presiden Bashar al-Assad. Merasa Terhina Rakyat Suriah merasa terhina selama aksi-aksi protes Lebanon yang disiarkan televisi di seluruh dunia. Mereka merasa telah kehilangan banyak serdadu Suriah yang membantu Lebanon mengakhiri perang saudara. Tentara Suriah juga berjasa melindungi Lebanon dari cengkeraman Israel, musuh bebuyutan Beirut. Rakyat Suriah beranggapan para serdadu lebih baik pulang ketimbang mereka terus-menerus difitnah di negeri tetangga. Sekitar 50 truk dan bus yang mengangkut para serdadu dan perlengkapan militer melintasi pos perbatasan Jdeideh, Sabtu malam. Mereka bertolak dari Lembah Bekaa, Lebanon timur. Pasukan itu tiba di Jdeideh beberapa jam setelah Assad menjanjikan PBB akan menarik seluruh tentaranya sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditetapkan. Seluruh pasukan Suriah telah meninggalkan Lebanon utara. Penarikan tersebut mengakhiri keberadaan dan peran Suriah di negara tetangganya yang kecil itu. Setiap malam ratusan tentara ditarik ke timur atau langsung ke Suriah. Pasukan Suriah kali pertama memasuki Lebanon pada awal Perang Saudara 1975-1990. Jumlah serdadu mereka telah berkurang drastis dalam lima tahun terakhir, dari 40.000 menjadi 14.000 personel. AS dan Prancis menggabungkan kekuatan mereka, September lalu, untuk mengegolkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut Suriah meninggalkan Lebanon. Pembunuhan terhadap mantan PM Rafik al-Hariri di Beirut pada 14 Februari lalu telah menyulut aksi protes menentang Suriah. Sebagian warga Lebanon mencurigai Damaskus mendalangi serangan bom yang menewaskan Hariri. Tekanan internasional pun bertubi-tubi menuntut Suriah hengkang dari negara tetangganya. Para penari berpakaian tradisional naik ke atas truk untuk menyambut pasukan Suriah. Mereka mengibar-kibarkan bendera nasional Suriah. "Ini negara mereka dan mereka akhirnya kembali," kata Maya, yang datang dari Damaskus ke Jdeideh bersama tiga putrinya. Mereka mengenakan topi dari wol dan membawa kembang dan sekantong beras untuk ditaburkan kepada serdadu Suriah.(rtr-ben-46) |