| Senin, 14 Maret 2005 | EKONOMI |
APBN 2005 Banyak BerubahJAKARTA-Sehubungan dengan bencana tsunami di Aceh dan Sumut serta harga minyak mentah dunia yang bertengger di atas 53 dolar AS/barel, APBN 2005 dipastikan mengalami banyak perubahan. Untuk itu pemerintah berharap DPR menerima perubahan drastis anggaran negara yang akan diajukan. Pemerintah direncanakan bertemu dengan DPR, hari ini. Demikian diungkapkan oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati, Sabtu lalu. Menurut dia, asumsi APBN 2005 yang disusun pada Agustus 2004 berubah drastis akibat bencana tsunami dan tawaran moratorium. Perubahan asumsi itu, lanjut dia, membuka jalan terjadi APBN Perubahan. Apalagi harga minyak mentah dunia sekarang masih sangat tinggi, yakni di atas 53 dolar AS/barel. ''Tentu kita berharap DPR menerima alasan perubahan anggaran negara itu. Pemerintah mengharapkan DPR bisa melihat secara objektif faktor-faktor pemicu kenaikan harga BBM,'' tuturnya. Menurut dia, pemerintah sudah mempersiapkan penjelasan kepada DPR seputar kenaikan harga . Kenaikan harga BBM, misalnya, sudah memperhitungkan dampak kemelonjakan harga minyak mentah dunia untuk jangka panjang. ''Sejumlah asumsi yang dituangkan dalam UU No 36/2004 tentang APBN sudah jauh berubah. Contohnya asumsi nilai tukar rupiah yang dipatok Rp 8.900/dolar AS dan harga jual minyak mentah Indonesia 24 dolar AS/barel yang kini sudah tidak sesuai lagi,'' ujarnya. Realitasnya, tutur dia, harga minyak sekarang di atas 53 dolar AS/barel dan kurs rupiah di atas Rp 9.300/per dolar AS. Kendati demikian pemerintah tetap hati-hati menyikapi perkembangan harga minyak mentah dan BBM. Dia menilai kenaikan harga BBM pada saat ini sudah cukup layak mengingat kenaikan terakhir dilakukan pada Januari 2003. ''Itu sudah cukup lama sehingga menyebabkan pengeluaran subsidi APBN 2004 sangat tinggi dan menyebabkan target defisit meleset,'' kilahnya. (bn-53) |