| Senin, 14 Maret 2005 | EKONOMI |
Bulog Disarankan Membeli dalam Bentuk BerasSEMARANG-Meski ditargetkan membeli 640.907 ton gabah kering giling (GKG) untuk keperluan stok, Perum Bulog Divisi Regional Jateng sampai Sabtu lalu belum bisa membeli dari petani. Salah satu kendala yang dihadapi adalah petani bisa menjual gabah kering panen (GKP)-nya lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah. Bulog disarankan membeli dalam bentuk beras. Target pengadaan Bulog Divisi Regional Jateng tahun ini sebanyak 640.907 ton GKG. Setelah diolah gabah itu akan menjadi beras sebanyak 416.590 ton. Perinciannya, Maret 2005 ditargetkan 93.450 ton GKG, April 144.750 ton, Mei 131.450 ton, Juni 94.950 ton, Juli 113.386 ton, dan Agustus 47.921 ton. Kepala Divisi Regional Jateng Drs Sutono mengakui pihaknya memang belum bisa membeli sedikit pun gabah petani. ''Itu merupakan penugasan dan target. Kami akan menyiasati,'' jelasnya di sela-sela diskusi panel masalah perberasan di Hotel Pandanaran, Sabtu lalu. Dia mengungkapkan banyak yang menyarankan jika tidak bisa mendapatkan gabah maka sebaiknya membeli beras. Saran tersebut antara lain berasal dari mitra kerja Bulog serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Artinya, kalau membeli gabah tidak ada yang masuk, maka membeli dalam bentuk beras akan masuk. Menurut dia, memang lebih bagus membeli beras petani karena beras tersebut juga merupakan produksi petani sendiri. ''Kalau kami tidak membeli gabah serta beras, maka tak dapat barang sehingga akhirnya impor. Itu sama saja membeli produksi petani asing,'' tegasnya. Sehubungan dengan kondisi itu, pihaknya sebaiknya membeli dalam bentuk beras. Tapi pembelian beras itu bukan kebijakan Divisi Regional Jateng. ''Itu harus seizin pusat dan didukung oleh semua pihak,'' tuturnya. Ia menyebutkan ada kendala yang dihadapi Bulog sehingga belum bisa membeli gabah petani. Yakni, berdasarkan Inpres No 2/2005 harga pembelian pemerintah ditetapkan Rp 1.330/kg GKP. Padahal saat ini di tingkat sawah petani bisa menjual gabahnya di atas Rp 1.350/kg. Dari sisi pengamanan harga pembelian pemerintah, ia mengatakan sudah aman. Namun dari sisi stok nasional Bulog masih memerlukan. Pihaknya akan mengoptimalkan waktu beberapa bulan yang tersisa sebelum kemarau panjang datang. Diharapkan satu dua hari ini sudah ada gabah atau beras yang masuk Semarang. (G7,tri-53) Target Pengadaan Bulog Divisi Regional Jateng 2005
|